Konten Media Partner

Kisah Jemaah Haji NTT Tertunda Pulang Kampung karena Gunung Lewotobi Meletus

11 Juli 2025 16:23 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Kisah Jemaah Haji NTT Tertunda Pulang Kampung karena Gunung Lewotobi Meletus
Meletusnya Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berimbas pada kepulangan jemaah haji. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Rombongan jemaah haji asal NTT saat akan meninggalkan Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jumat (11/7). Rombongan jemaah haji ini baru bisa pulang ke kampung halaman setelah 4 hari menunggu. Foto: Humas Kemenag Jatim
zoom-in-whitePerbesar
Rombongan jemaah haji asal NTT saat akan meninggalkan Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Jumat (11/7). Rombongan jemaah haji ini baru bisa pulang ke kampung halaman setelah 4 hari menunggu. Foto: Humas Kemenag Jatim
ADVERTISEMENT
Meletusnya Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), berimbas pada kepulangan jemaah haji dari provinsi tersebut.
ADVERTISEMENT
Kepulangan 22 jemaah haji kloter SUB 75 beserta 4 petugas haji daerah asal Kabupaten Manggarai, NTT, harus tertunda selama 4 hari sebagai imbas bencana alam tersebut.
Ketua kloter 75, Abdul Murtalib Nurdin menceritakan pada Senin (7/7) rombongannya sedang berada di ruang tunggu Bandara Juanda, ketika mendapatkan pengumuman penerbangan mereka dibatalkan. Padahal saat itu mereka sedang bersiap terbang dengan pesawat Super Airjet dengan tujuan langsung ke Bandara Komodo, Labuan Bajo, NTT.
"Kami diberitahukan jika Bandara Komodo, Labuan Bajo ditutup karena kondisi alam saat itu tidak memungkinkan," tuturnya, Jumat (11/7).
Gunung Lewotobi Laki Laki meletus pada Senin (7/7), sehingga Bandara Komodo Labuan Bajo ditutup sementara pada 7-8 Juli 2025.
Abdul Murtalib mengungkapkan uang tiket penerbangan yang dibatalkan itu akan dikembalikan 100 persen oleh maskapai.
ADVERTISEMENT
"Hingga hari ini kami masih menunggu pencairan uang tiket. Untuk kepulangan hari ini kami memakai biaya sendiri," terangnya.
Ya, Jumat sore ini rombongan jemaah haji asal NTT itu bisa tersenyum bahagia karena bisa pulang ke kampung halaman.
Ia bersyukur rombongannya diberi kesempatan menginap secara gratis di Asrama Haji Sukolilo Surabaya selama menunggu proses pemulangan.
"Setelah tiba (di Surabaya) tanggal 4 Juli kemarin, kami menginap di hotel. Kalau mau menginap di hotel lagi, harus membayar. Alhamdulillah kami sudah dibantu menginap secara gratis," tuturnya.
Ia yakin bahwa ujian yang menimpa rombongan ini ada hikmahnya.
"Rombongan haji yang lain sudah bahagia berkumpul bersama keluarga, kami masih di sini. Kami jalani ujian ini dengan ikhlas. Semoga dapat menambah kemabruran haji kami," harapnya.
ADVERTISEMENT
Abdul Murtalib mengungkapkan sejatinya rombongannya ingin segera pulang begitu Bandara Komodo dibuka.
"Sebetulnya kami ingin pulang lebih awal, hanya saja kemarin kami kehabisan tiket. Hari ini yang masih tersedia," ungkapnya.
Jemaah haji Kabupaten Manggarai ini terbang pada pukul 13.15 WIB dengan pesawat Lion Air menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan dengan pesawat Batik Air pada pukul 15.30 WITA menuju Bandara Komodo Labuan Bajo.