Woman
·
10 Juli 2021 13:03
·
waktu baca 2 menit

Kolaborasi Cantik dari Batik dan Sepatu Kulit Domba

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Kolaborasi Cantik dari Batik dan Sepatu Kulit Domba (3909)
searchPerbesar
Padu padan kebaya klasik modern dengan kain batik sutra dan sepatu batik motif yang sama. Foto: Dok.Pribadi
Sepatu dengan motif batik menjadi barang yang cukup langka di pasaran. Hal ini membuat desainer Surabaya Embran Nawawi tertantang membuat karya sepatu khusus perempuan dengan motif batik.
ADVERTISEMENT
"Ini sekaligus menandai 10 tahun perjalanan saya menggeluti fashion di Jawa Timur, khususnya di Surabaya," ujar Embran kepada Basra, Sabtu (10/7).
Kali ini Embran berkolaborasi dengan startup business sepatu hand made dari Surabaya, Damia Shoes, untuk mewujudkan idenya dalam merancang sepatu cantik bagi fashion Surabaya dan Jawa Timur.
"Berkaca kepada kebutuhan fashion perempuan yang menyukai sepatu high heels, kami memasukan batik sutra sebagai media yang dipadukan dengan kulit domba yang lembut," jelasnya.
Batik di tangan Embran adalah sebuah media fashion yang menarik. Batik sutra yang dikenakan kali ini merupakan hasil kolaborasi dengan perajin batik Suvarnabhumi dari Pamekasan.
Embran menciptakan batik bermotif kontemporer dengan warna monokrom hitam putih berbahan sutra yang sangat chic untuk karya fashion etnik maupun modern. Memadukan isen-isen batik Madura yang dibuat berbentuk kolase atau potongan dan tumpukan, serta diberi warna hitam putih, kain batik ini cocok untuk segala usia dan gender.
ADVERTISEMENT
Embran memadu-padankan sepatu tersebut dengan kebaya klasik modern dengan bawahan kain batik sutra bermotif sama dengan sepatu.
Menurutnya, fashion Surabaya dan Jawa Timur sudah sangat berkembang pesat, terutama pada karya fashion yang menggunakan wastra batik.
"Yang paling menarik adalah selera fashion dari fashionista sudah sangat beragam, dari ready to wear, ethnic fashion, avant garde, hingga haute couture," tukasnya.
Embran lantas menegaskan jika dirinya tidak akan berhenti berkarya hingga benar-benar tidak bisa berkarya lagi. Menurut dia 10 tahun berkarya di Jawa Timur adalah awal saja, karena dia ingin sekali mendampingi para mahasiswanya menjadi desainer nantinya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020