Woman
·
21 November 2020 17:23

Melihat Olahan Kelor yang Kreatif, Dibikin Teh Sampai Burger

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Melihat Olahan Kelor yang Kreatif, Dibikin Teh Sampai Burger (119133)
Omah Kelor, wadah berbagi ilmu sekaligus memproduksi berbagai olahan makanan berbahan dasar daun kelor, mulai dari teh sampai burger. Foto-foto: Dok. Omah Kelor
Di masa pandemi ini ibu-ibu rumah tangga Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 4 Kelurahan Keputih, Surabaya, punya peluang untuk menciptakan kegiatan baru. Warga Perumahan Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini mendirikan Omah Kelor, wadah berbagi ilmu sekaligus memproduksi berbagai olahan makanan berbahan dasar daun kelor.
ADVERTISEMENT
Menurut Murtijas Sulistijowati, penggagas sekaligus Ketua Omah Kelor, mengungkapkan wadah ini merupakan buah idenya sejak adanya masa pandemi. Berangkat dari kebosanan para ibu rumah tangga, ia ingin menciptakan sebuah kegiatan yang dapat bermanfaat bagi para ibu rumah tangga sekitar.
“Biar tidak bisa harus dibuat kegiatan, yang selain menyenangkan juga bermanfaat,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada Basra, Sabtu (21/11).
Adapun kegiatan yang paling disenangi ibu rumah tangga adalah masak-memasak. Ia pun memilih daun kelor untuk spesifikasi bahan dasar mengolah makanan. Sebab berdasar informasi yang didapatnya, daun kelor memiliki kandungan gizi sangat tinggi.
“Omah Kelor ini juga menjadi wadah berbagi ilmu cara pengolahan daun kelor agar kandungan gizinya tidak hilang,” imbuhnya.
Melihat Olahan Kelor yang Kreatif, Dibikin Teh Sampai Burger (119134)
Ibu-ibu PKK Perumahan Dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang sukses mengolah daun kelor jadi makanan sehat.
Hingga kini, Omah Kelor yang berada di Jl Ilmu Pasti Alam F6, Perumahan ITS, telah menghasilkan sejumlah produk seperti teh kelor, mie kelor, nasi bakar kelor, bothok kelor, martabak kelor, siomay kelor, pastel kelor, burger kelor dan masih banyak lagi.
ADVERTISEMENT
Semua produk tersebut telah menjalani uji rasa dan dipasarkan ke sejumlah warga sekitar.
“Setudaknya target skala pasarnya nanti se-ITS, jadi acara-acara di ITS konsumsinya hasil dari Omah Kelor ini,” tukasnya.
Omah Kelor juga menjadi salah satu dari 250 nominasi terbaik dalam ajang Surabaya Smart City 250. Mewakili Kelurahan Keputih, ia berharap Omah Kelor akan lolos ke tahap berikutnya, yakni 750 nominasi terbaik.
“Alhamdulillah didukung juga oleh beberapa pihak, seperti Kelurahan, Keputih sampai Kecamatan Sukolilo,” ujarnya.
Karena Omah Kelor bertempat di Perumahan ITS, secara tidak langsung juga merupakan bagian dari Kampus ITS. Maka, wadah ini juga menjadi parameter konsep Smart City dan program Eco Smart University yang diusung ITS.
“Bantuan dari ITS, salah satunya kami dapat melalui ilmu pengolahan kelor dari para dosen di Fakultas Sains dan Analitika Data,” simpulnya.
ADVERTISEMENT