Woman
·
16 November 2020 17:07

Mengenal Tenun Ancak Khas Lamongan, Simbol Pemberdayaan Perempuan

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Mengenal Tenun Ancak Khas Lamongan, Simbol Pemberdayaan Perempuan (11635)
Terinspirasi dari pemberdayaan perempuan melalui kerajinan tangan, desainer Titin Sudarsa meluncurkan enam koleksi terbarunya dengan tema 'Kebangkitan Tenun Ancak'.
ADVERTISEMENT
Dimana Tenun Ancak merupakan kain khas Lamongan yang belum banyak diketahui masyarakat.
Titin menjelaskan, motif ancak berupa jajaran gunung yang menyatu mempunyai filosofi sebagai simbol kekuatan persatuan.
Untuk itu, dalam koleksi terbarunya, wanita 56 tahun ini mengusung konsep ready to wear deluxe dengan styling urban dinamis padupadan ancak, lurik, katun, linen, dan satin.
"Busananya bersiluet trapesium dengan detail yang mengkilap dan ada garis lengkung yang berpadu. Untuk potongannya syar'i sehingga tidak memperlihatkan lekuk tubuh," jelas Titin, Senin (16/11).
Tak hanya itu, dalam koleksi terbarunya Titin memadupadankan outer dengan berbagai model pakaian. Seperti dress panjang dengan outer, hingga tenun dan kulot lengkap dengan outer.
"Kalau outer ini banyak digunakan orang karena lebih dinamis dan elegan. Apalagi kalau digunakan para milenial jadi lebih chic dan trendi," ucapnya.
Mengenal Tenun Ancak Khas Lamongan, Simbol Pemberdayaan Perempuan (11636)
Sementara dari segi warna, ia menggunakan warna-warna cerah seperti merah, biru, dan kuning.
ADVERTISEMENT
"Warna itu saya gunakan karena di beberapa kain kalau dicampur warna cerah dapat memunculkan warna gold yang memberi kesan anggun dan mewah. Sementara untuk luriknya, saya bermain dengan motif sulur dengan warna silver, hitam, biru, dan ungu," kata Titin.
Adanya koleksi terbaru tersebut, Titin ingin membuktikan jika menggunakan produk lokal dengan material warisan nusantara bukan merupakan hal yang kuno.
"Bahan-bahan warisan nusantara saat ini bisa bersaing dengan bahan lainnya. Semuanya tergantung dari kreativitas. produk lokal dengan material warisan nusantara bukan merupakan hal yang kuno. Malah bisa menjadi tren dan tidak lekang oleh waktu," pungkasnya.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white