kumparan
12 Jun 2019 9:35 WIB

Mengenal Titarizky, Dalang Cilik Berprestasi asal Surabaya

Titarizky Nandriarti, dalang cilik dari Surabaya. Dok. Pribadi
Titarizky Nandriarti, siswi kelas tiga SMP Negeri 1 Surabaya, sudah kepalang sayang dengan wayang. Di usianya yang baru akan menginjak 14 tahun di 14 Juni nanti, Tita bahkan sudah jadi dalang cilik.
ADVERTISEMENT
Darah seni ia dapat dari kakeknya, Slamet Isnandar, yang piawai menulis puisi dalam bahasa Jawa. Seni lantas mengalir dalam jiwa Tita sebagai dalang cilik. Tak hanya piawai mendalang, Tita juga pandai nyinden dan memainkan gamelan.
Ketertarikan Tita pada kesenian Jawa didukung sang ibu, Titis Retnaningtyas. Ini dilakukan sang ibu dengan mendaftarkan Tita ke sanggar kesenian tradisional Jawa.
"Kelas 5 mulai ikut sanggar nabuh gamelan. Awalnya mama yang nawarin, karena sudah suka sama kesenian Jawa, ya sudah Tita mau ikut sanggar," kata Tita kepada Basra, Selasa (11/6).
Loading Instagram...
Tita baru menekuni dalang saat duduk di kelas satu SMP. Sulung dari dua bersaudara ini ternyata cukup fasih menirukan dialog-dialog wayang dan piawai memainkan lakon-lakon sulit. Ia pun tak malu untuk tampil dipanggung. Kala itu panggung pertamanya pada acara temu dalang bocah Nusantara 2017 di Solo.
ADVERTISEMENT
Berbagai prestasi telah diraih Tita selama menekuni kesenian tradisional Jawa, di antaranya juara harapan III sinden dalam Pekan Seni Pelajar 2019 tingkat provinsi Jawa Timur, dan juara tiga dalam Festival Dalang Bocah 2019 tingkat kota Surabaya.
Meski piawai menjadi dalang, namun Tita masih kerap dipandang sebelah mata saat akan tampil.
"Karena Tita anak perempuan yang masih SMP, jadi masih ada yang meremehkan. Dalang cilik kan enggak banyak apalagi yang perempuan," tukasnya.
Meski demikian Tita tak patah semangat. Dara kelahiran 14 Juni 2005 ini bertekad untuk terus mengasah kemampuan dalangnya. Apalagi ada keinginan Tita untuk melestarikan kesenian tradisional Jawa yang tidak banyak anak muda tertarik.
"Kalau bukan kita yang melestarikan kesenian tradisional, terus gimana dong nasib kebudayaan kita," ujarnya.
ADVERTISEMENT
(Reporter : Masruroh / Editor : Windy Goestiana)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan