News
·
28 November 2020 15:55

Menikmari Tur Museum Berkonsep Virtual Reality Karya Dosen ITS

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Menikmari Tur Museum Berkonsep Virtual Reality Karya Dosen ITS (78629)
Prototype Virtual Museum Tourism yang berupa Virtual Reality (VR) box yang dikembnangkan tim dosen dan mahasiswa ITS.
Di masa pandemi ini, segala aktivitas harus dilakukan secara daring atau virtual untuk mencegah adanya penularan COVID-19.
ADVERTISEMENT
Maka tak heran, jika sekarang banyak inovasi terkait pengembangan wisata virtual tourism. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa ITS yang berhasil mengembangkan wisata virtual museum.
Karina Pradinie Tucunan ST M Eng, salah satu tim dosen menuturkan, konsep dari Virtual Museum ini adalah menyediakan wahana wisata berbasis peninggalan bersejarah di kawasan bersejarah.
“Untuk konten sementara ini, kami menyediakan animasi kreatif cerita-cerita bersejarah pada beberapa objek wisata yang ada dengan mengoptimalisasikan experience user menggunakan Virtual Reality (VR) box,” kata Karina, Sabtu, (28/11).
Selain itu, Virtual Museum ini juga menyediakan VR dan Augmented Reality (AR) untuk benda-benda bersejarah. Seperti artefak, manuskrip hingga gambaran tiga dimensi benda bersejarah.
“Dengan adanya inovasi ini, kami berharap dapat merekatkan kembali antara masyarakat dengan sejarahnya, selanjutnya bisa mempreservasi dan mengembangkan dengan cara yang baik,” tambahnya.
Menikmari Tur Museum Berkonsep Virtual Reality Karya Dosen ITS (78630)
Dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS ini mengungkapkan, pengembangan Virtual Museum ini sudah mulai diimplementasikan di Kabupaten Gresik.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, pemilihan Kabupaten Gresik ini didasari karena memiliki outstanding value dalam konteks pengembangan kabupaten bandar sekaligus agama Islam.
“Selain itu, tersedia stakeholder yang luar biasa dalam mengapresiasi kabupatennya sebagai kabupaten pusaka,” ujarnya.
Nantinya, Virtual Museum ini diharapkan dapat memberikan potensi bagi pengembangan Kabupaten Gresik, yang meliputi potensi wisata lokal hingga regional.
Selain itu, Virtual Museum ini juga dapat menjadi pengembangan masyarakat, terkait edukasi pentingnya cagar budaya pada anak-anak, induksi nilai kesejarahan serta perhatian masyarakat pada kawasan bersejarah.
"Ke depan, Virtual Museum ini dapat dikembangkan di wilayah lain baik di Kabupaten Gresik, maupun di luar Kabupaten Gresik dan juga bisa dikomersialisasi oleh masyarakat," harapnya.