News
·
12 November 2020 9:59

Nasib Penyeberangan Kapal Surabaya-Madura, Sekali Berangkat Cuma Angkut 20 Orang

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Nasib Penyeberangan Kapal Surabaya-Madura, Sekali Berangkat Cuma Angkut 20 Orang (317792)
Lengangnya penyeberangan kapal Surabaya-Madura. Bahkan rata-rata hanya ada 20 orang yang naik kapal dalam sekali perjalanan. Foto-foto: Masruroh/Basra
Kondisi penyeberangan Ujung - Kamal semakin tragis saat pandemi COVID-19 merebak. Dermaga yang menghubungkan Surabaya - Bangkalan, Madura, itu nafasnya kian kembang kempis. Pihak pengelola pelabuhan, PT ASDP Indonesia Feri Cabang Surabaya, mengakui kian kesulitan menutup biaya operasional. Bahkan selama pandemi rata-rata hanya ada 20 orang yang naik kapal dalam sekali perjalanan.
ADVERTISEMENT
"Sejak ada Suramadu kita memang sudah kesulitan (biaya operasional) apalagi sekarang ada COVID-19. Ndak tau nanti gimana kedepannya?" ujar Manager Usaha PT. ASDP Indonesia Feri Cabang Surabaya Eva Mardiani, kepada Basra, Kamis (12/11).
Lebih lanjut Eva menuturkan, awal pandemi merebak pelabuhan sempat tutup selama dua bulan. Dan kini telah beroperasi kembali, namun ada pengurangan trip kapal dan jam operasional.

Nasib Penyeberangan Kapal Surabaya-Madura, Sekali Berangkat Cuma Angkut 20 Orang (317793)

Jika sebelum pandemi, pelabuhan beroperasi dari jam 6 pagi hingga 9 malam. Namun saat pandemi, operasional pelabuhan hanya sampai jam 7 malam. Sedangkan untuk trip kapal, selama pandemi hanya ada 7 trip kapal.
"Kalau sebelum pandemi kan 10 trip tapi sekarang 7 trip. Untuk kapal yang beroperasi tidak ada perubahan, masih 3 kapal setiap harinya," jelas perempuan berhijab ini.
ADVERTISEMENT
Dikatakan Eva, untuk menutup biaya operasional, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah efisien termasuk pengurangan karyawan. Kini hanya tersisa tak sampai 50 karyawan. Pihaknya, lanjut Eva, juga membuka jasa persewaan kapal feri dengan tarif sekitar Rp 4 juta untuk durasi dua jam.
Namun diakui Eva jika langkah-langkah tersebut hingga kini tetap tak mampu menutup biaya operasional.
Sedangkan sejak dibuka kembali pasca ditutup karena pandemi, rata-rata ada 20 orang yang naik kapal dalam sekali perjalanan. Selain mengangkut penumpang, kapal juga membawa kendaraan bermotor, mulai roda dua hingga truk muatan barang. Adapun harga tiket kapal sebesar Rp 5 ribu untuk satu orang penumpang dewasa.
Dari pengamatan Basra, suasana dermaga memang terlihat lengang. Dari 3 dermaga yang ada, hanya 1 dermaga yang beroperasi. Kursi yang disediakan untuk penumpang menunggu kapal sandar, juga terlihat lengang hanya ada 1-2 penumpang. Hilir mudik kendaraan bermotor pun jarang terlihat.
ADVERTISEMENT
Pedagang asongan yang biasanya meramaikan dermaga juga tak banyak terlihat. Hanya terlihat beberapa pedagang asongan yang menjajakan dagangannya.
"Ramai penumpang biasanya pagi hari mendekati jam kerja dan sore ketika jam pulang kerja. Bisa sampai 60 orang," tukas Eva.
Kebanyakan yang menggunakan jasa penyeberangan memang warga yang bekerja atau tinggal di daerah Kamal, yang tak jauh dari Dermaga Kamal, Madura. Atau warga Kamal yang mengadu nasib di Surabaya. Adapula mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang memang lokasinya tak jauh dari dermaga. 
Nasib Penyeberangan Kapal Surabaya-Madura, Sekali Berangkat Cuma Angkut 20 Orang (317794)

Rahmat misalnya. Pria lanjut usia yang dijumpai Basra tengah duduk sendirian di ruang tunggu penumpang ini kerap menggunakan kapal untuk menyeberang dari Kamal ke Surabaya.
"Seminggu sekali saya ke Ampel dan naik kapal dari Kamal karena rumah saya di daerah Kamal. Kalau lewat Suramadu kan kejauhan. Dari rumah jauh, ke Ampel nya juga jauh," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Meski dengan naik kapal Rahmat harus rela menunggu lamanya kapal datang ataupun saat sandar. Dari pengamatan Basra, durasi waktu sandar kapal bisa mencapai satu jam untuk kembali mengangkut penumpang menyeberangi Selat Madura.
Sementara itu terkait protokol kesehatan, Eva menegaskan pihaknya tak ingin kecolongan. Pengguna penyeberangan, kata Eva, wajib jaga jarak untuk mencegah persebaran COVID-19. Tempat cuci tangan juga disediakan bagi penumpang sebelum naik kapal.
Eva menambahkan, untuk antisipasi di atas kapal dilakukan cleaning dan penyemprotan benda-benda yang rentan di pegang oleh penumpang secara berkala.
Untuk pencegahan kepada semua kru sudah diberikan pengarahan agar memakai masker dan sering-sering cuci tangan.