Penerapan Metaverse di Indonesia, Penuh Potensi dan Perlu Kolaborasi

Konten Media Partner
24 Januari 2022 10:41
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Penerapan Metaverse di Indonesia, Penuh Potensi dan Perlu Kolaborasi (35005)
zoom-in-whitePerbesar
Logo Meta, rebranding perusahaan Facebook. Foto: Dado Ruvic/Reuters
Saat ini, istilah Metaverse tengah ramai diperbincangkan karena menawarkan berbagai kecanggihan dengan kehadirannya sebagai dunia realitas virtual.
ADVERTISEMENT
Bahkan Mark Zuckerberg juga mengeklaim bahwa Metaverse akan menjadi dunia masa depan, dengan berbagai fasilitas dan teknologi yang ditawarkan.
Pakar teknologi Universitas Airlangga (Unair), Yutika Amelia Effendi, S.Kom., M.Kom. berpendapat bahwa Metaverse sebenarnya memiliki potensi besar, khususnya di Indonesia.
"Karena sifatnya yang merupakan dunia virtual, sebenarnya Metaverse dapat diterapkan di banyak bidang. Namun yang paling interesting dan attractive kalau dikaitkan dengan Indonesia adalah di bidang pariwisata," kata Yutika, Senin (24/1).
Yutika menuturkan, Metaverse dapat menjadi salah satu cara menikmati banyak tempat wisata di Indonesia tanpa terhalang batasan. Seperti halnya batasan jumlah pengunjung di masa pandemi.
Selain itu, bidang pendidikan juga berpotensi dieksplorasi lebih lanjut pada platform ini. "Karena pendidikan di era sekarang sudah banyak yang memakai alat virtual reality (VR) dan augmented reality (AR), yang merupakan teknologi pada Metaverse," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Yutika menyebut, jika penggunaan platform ini dapat merambah ke banyak bidang lain seperti sosial, perdagangan dan lain-lain. Namun karena ada unsur-unsur yang tidak boleh diketahui oleh semua orang, jadi disini peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk membenahi dulu keamanan siber dan data.
Menurutnya, penerapan teknologi Metaverse memang membutuhkan banyak persiapan. Selain adanya keamanan dan landasan hukum siber dan data, Indonesia juga harus memiliki tingkat literasi digital dan kualitas infrastruktur yang mumpuni untuk menyambut Metaverse.
“Indonesia sendiri percepatan teknologinya terbilang aji mumpung karena pandemi, mau tidak mau harus pindah ke digital. Kalau mau menerapkan Metaverse, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama meningkatkan literasi digital, agar semua lapisan masyarakat tidak tertinggal dengan teknologi yang ada,” ungkap dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Unair ini.
ADVERTISEMENT
Di mana peran dan kebijakan pemerintah dirasa penting dalam menyiapkan fasilitas internet yang mumpuni, tidak hanya di kota namun juga pemerataan hingga daerah. Selain itu, juga dibutuhkan infrastruktur yang mendukung teknologi virtual reality dan augmented reality.
Untuk menyambut Metaverse dengan segala potensinya, Yutika menyarankan adanya kolaborasi pemerintah, masyarakat dan juga perusahaan teknologi untuk turut mendukung adanya literasi digital dan kesiapan lainnya.
“Sejujurnya kalau mau menerapkan Metaverse, belum bisa dalam waktu dekat. Paling tidak butuh tiga hingga lima tahun bagi Indonesia untuk mengadaptasi kinerja platform infrastruktur yang dibutuhkan,” pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020