Profesor Ini Buktikan Formula Buah Majakani Berkhasiat untuk Penyakit Kewanitaan

Konten Media Partner
14 Juli 2022 16:48
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Dua profesor dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Dr. Titik Taufikurohmah, M.Si., dan Prof Dr Suyatno, M.Si. Foto: Masruroh/Basra
zoom-in-whitePerbesar
Dua profesor dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Dr. Titik Taufikurohmah, M.Si., dan Prof Dr Suyatno, M.Si. Foto: Masruroh/Basra
ADVERTISEMENT
Dua profesor dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), masing-masing Prof. Dr. Titik Taufikurohmah, M.Si., dan Prof Dr Suyatno, M.Si melalui penelitiannya berhasil membuktikan obat herbal dari formula buah majakani dan gambir berkhasiat untuk penyakit yang terkait dengan kesehatan kewanitaan.
ADVERTISEMENT
Temuan tersebut kini telah diproduksi secara massal dan komersial dengan menggandeng pihak industi.
Khasiat tanaman tersebut terbukti dapat menyembuhkan penyakit yang selama ini menjadi momok bagi kaum hawa seperti keputihan, gatal-gatal pada organ kewanitaan sampai dengan kanker serviks (kanker rahim).
Prof. Dr. Titik Taufikurohmah, M.Si., dosen sekaligus Kepala Pusat Inkubasi Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa, mengatakan penelitian yang dilakukannya dilatarbelakangi oleh kondisi nyata masyarakat Indonesia yang membutuhkan keberadaan obat herbal untuk kesehatan kewanitaan.
“Saya melihat pengobatan alternatif dari bahan alam herbal dan mineral masih menjadi pilihan yang disukai masyarakat. Kami menemukan di masyarakat secara tradisional herbal yang terbuat dari buah majakani, kunyit, gambir, dan sirih banyak digunakan,” katanya saat ditemui Basra di Kampus Unesa Ketintang, Kamis (14/7).
ADVERTISEMENT
Obat herbal ini, Titik menambahkan, sejak lama diyakini masyarakat berkhasiat menjaga kesehatan kewanitaan, termasuk untuk mengatasi penyakit keputihan sampai dengan kanker rahim dan organ sekitarnya secara turun temurun.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Bahan-bahan itu, dikatakan Titik, memiliki fungsi berbeda-beda akan tetapi saling bersinergis sehingga berkhasiat menghilangkan sekaligus mencegah dan mengobati penyakit kewanitaan. Tetapi keberadaan bahan tawas dalam obat tersebut dilarang oleh BPOM, sementara apabila tawas dihilangkan khasiatnya menurun.
“Nah kami mencoba mencari titik temu agar herbal tersebut aman, hasilnya seperti yang kini sudah diproduksi dan dipasarkan,” katanya.
Hal ini dilakukan, Titik menjelaskan, produk-produk herbal Indonesia perlu didukung eksistensinya melalui penelitian-penelitian pembuktian untuk menguatkan klaim-klaim khasiat demi mendukung komersialisasi dan kemandirian teknologi.
Sudah waktunya obat herbal asli Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan selanjutnya menjadi produk andalan eksport yang memiliki keunggulan bahan dan inovasi proses teknologi.
ADVERTISEMENT
Titik menambahkan, penelitian yang dibiayai oleh antara PT. Kanza Ekselensia Utama dan Universitas Negeri Surabaya selama dua tahun ini, di tahun pertama ia bersama Prof Dr Suyatno, M.Si berhasil melakukan uji coba invitro yaitu uji aktivitas antioksidan, uji aktivitas anti bakteri, uji aktivitas anti jamur dan uji keamanan formula herbal.
Adapun relawan yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah para pengguna baik masyarakat umum wanita dewasa sehat maupun wanita dewasa dengan keluhan-keluhan spesifik antara lain keputihan, wasir, mium, kanker servicks dan beberapa laki-laki dengan keluhan prostat baik gejala ringan maupun berat dengan saran operasi.
“Jadi penelitian pada tahun kedua ini lebih pada pembuktian teori-teori empiris pada kasus nyata sebagai dasar masyarakat tidak meragukan lagi keamanan formula herbal majakanza," tukasnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020