Konten Media Partner

Ramah Lingkungan, Dari Ampas Teh dan Kopi Menjadi Karya Batik

23 Oktober 2025 17:52 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Ramah Lingkungan, Dari Ampas Teh dan Kopi Menjadi Karya Batik
Ampas teh dan kopi yang kerap dianggap sampah ternyata bisa menjadi pewarna alami batik bernilai seni tinggi. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Ramah Lingkungan, Dari Ampas Teh dan Kopi Menjadi Karya Batik
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Ampas teh dan kopi yang kerap dianggap sampah ternyata bisa menjadi pewarna alami batik bernilai seni tinggi. Inovasi ramah lingkungan ini dihadirkan oleh Sheraton Surabaya Hotel & Towers melalui kegiatan kreatif bertajuk Eco Batik Art.
ADVERTISEMENT
“Setiap harinya, hotel kami mendapatkan ampas dari tiga outlet utama. Melalui Eco Batik Art, kami ingin menunjukkan bahwa limbah sederhana pun bisa bernilai seni bila diolah dengan kreativitas dan kepedulian,” ujar Seraphine Mulya, Marketing Communications Manager dari Sheraton Surabaya, kepada Basra, Kamis (23/10).
Perempuan yang kerap disapa Aphine ini melanjutkan, batik adalah warisan budaya Indonesia yang melambangkan tentang keindahan di setiap coraknya.
“Oleh karena itu, kami mengajak para tamu hotel, mengikuti kegiatan ini. Dan di perhelatan ini, kami ajak mereka untuk mengekspresikan daya kreativitas mereka dalam membatik,” ungkap Aphine.
Setiap peserta diberi tote bag. Di media itulah, peserta dituntut kreativitasnya dalam membatik menggunakan pewarna dari ampas teh dan kopi.
Ampas teh dan kopi yang telah dikeringkan dan direbus dengan fiksator alami menghasilkan warna cokelat khas yang memberi nuansa hangat dan estetik pada kain batik.
ADVERTISEMENT
Berkolaborasi dengan komunitas ISIK (Ibu Semangat Indonesia Kuat)—sebuah gerakan sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan Indonesia untuk tetap berkarya, mandiri, dan berdaya guna bagi lingkungan sekitarnya—kegiatan ini merupakan inisiatif Sheraton Surabaya untuk menyalakan semangat nasionalisme lewat kreativitas berkelanjutan dengan mengubah limbah menjadi makna, dan menghidupkan cinta pada budaya Indonesia melalui karya yang ramah lingkungan.