News
·
11 September 2020 19:02

Refleksi Hari Radio, Podcast Bukan Ancaman Justru Memperkaya Industri Radio

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Refleksi Hari Radio, Podcast Bukan Ancaman Justru Memperkaya Industri Radio (41533)
Errol Jonathans, Direktur Utama Suara Surabaya Media. Foto: Dok. SS

Di zaman yang serba terkoneksi internet sepertinya orang sudah jarang mendengarkan radio. Meskipun demikian bukan berarti radio akan 'mati'. Seperti media-media komunikasi yang lain, radio ikut berkembang mengikuti zaman.
ADVERTISEMENT
"Penyesuaian diri dengan perubahan-perubahan adalah sebuah keniscayaan bagi industri radio. Radio harus menyesuaikan diri agar mampu bertahan,” ujar Errol Jonathans, Direktur Utama Suara Surabaya Media, lewat live Instagram dalam peringatan Hari Radio Nasional, Jumat (11/9).
Penyesuaian itu pula, kata Errol, yang terjadi di radio Suara Surabaya. Sejak awal kehadirannya di tahun 1983, radio Suara Surabaya terus menyesuaikan diri dengan perubahan yang menjadi kebutuhan publik. Misalnya di tahun 1999, radio tersebut menghadirkan portal online untuk menghadirkan format radio streaming.
Kemudian di tahun 2013 saat mulai booming media sosial, radio Suara Surabaya juga mengkolaborasikan diri dengan medsos. Sehingga wajah-wajah dari para penyiarnya dapat ditampilkan agar lebih dekat dengan pendengarnya.
"Media sosial memang bisa memviralkan informasi. Tetapi radio mampu menggerakkan pendengar. Suara sebagai kekuatan radio tidak akan tergantikan oleh teknologi secanggih apapun," tegas Errol.
ADVERTISEMENT
Perkembangan teknologi, lanjut Errol, menjadi peluang besar bagi industri radio. Seperti kemunculan konsep radio visual: gambar, teks, atau visual bergerak yang dihadirkan media sosial dan aplikasi dapat melengkapi kekuatan suara radio.
Lebih lanjut Errol memgungkapkan, maraknya tren podcast belakangan ini juga menjadi bukti bahwa audio masih digemari sampai saat ini. Maka, kalau ada stasiun radio yang semakin ditinggal pendengarnya, bisa jadi itu karena kontennya yang kurang sesuai kebutuhan publik.
Sepintas podcast terdengar seperti radio. Pendengar akan disuguhi serial audio berisi obrolan penyiar akan suatu topik dan diselingi musik-musik pilihan. Namun, sebenarnya keduanya lumayan berbeda.
"Keberadaan podcast menjadi tantangan tersendiri untuk radio karena pendengar akan lebih banyak memiliki pilihan. Namun tetap ada beberapa pembeda yang nantinya kedua platform tersebut akan menjadi pilihan, bukannya sebagai pengganti," tegas Errol.
ADVERTISEMENT
Errol tak memungkiri jika podcast dapat menjadi ancaman bagi radio. Podcast dapat memunculkan topik-topik siaran yang dibutuhkan masyarakat yang tak bisa dipenuhi radio.
"Tapi saya tetap memandang positif kehadiran podcast-podcast ini. Podcast bukanlah kompetitor bagi radio, tapi justru memperkaya industri radio kita," tukasnya.
Radio Suara Surabaya pun, kata Errol, juga menampilkan podcast seminggu sekali. Adapun topik podcast yang diambil merupakan pilihan topik siaran dalam satu minggu yang banyak dicari publik.
"Bagaimanapun juga radio tetap memiliki keunggulan dibanding podcast. Radio menawarkan interaktif antara penyiar dan pendengar, dan ini yang tidak dijumpai dalam podcast," pungkasnya.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white