kumparan
30 November 2019 7:17

Rok Multifungsi Bagi Perempuan Pengendara Motor

IMG-20191130-WA0000.jpg
Foto : Masruroh/Basra
Para perempuan pengendara motor pasti pernah mengalami repotnya naik motor saat akan memakai rok. Rasa tak nyaman saat berkendara dengan mengenakan rok ini ternyata menginspirasi Yolanda Stephanie, mahasiswa semester 7 jurusan Komunikasi Desain Universitas Ciputra Surabaya.
ADVERTISEMENT
Yolanda akhirnya membuat celana rok yang diberi nama Cau.Skirt.
"Naik motor pakai celana pendek enggak nyaman, pakai rok malah ribet. Dari situ saya kepikiran bikin celana rok yang bisa bikin nyaman saat naik motor," jelas Yolanda, saat menjadi pembicara dalam talkshow 'Eksplorasi Batik dalam Produk Pakai Sehari-hari', Jumat (29/11).
Namun celana rok hasil kreasi Yolanda tidaklah biasa. Karena selain bisa dikenakan untuk naik motor, juga bisa untuk hang out maupun menghadiri suatu acara.
Bahan yang dipilih Yolanda juga tergolong istimewa yakni batik tulis Madura. Tak heran jika harga per item celana rok milik Yolanda yang sekilas mirip selendang batik ini mencapai Rp 300 ribu.
"Saya pilih batik tulis karena sebagai sumbangsih saya sebagai generasi muda untuk turut melestarikan batik yang merupakan kain asli Nusantara. Sedangkan Madura karena banyak filosofi dalam batik Madura, lokasinya juga tidak jauh dari Surabaya," jelas Yolanda.
IMG-20191130-WA0002.jpg
Sebelum melempar produknya ke pasaran, Yolanda terlebih dulu meminta masukan dari teman-temannya. Hasilnya, celana rok milik Yolanda pun menuai banyak pujian, tak terkecuali dari sang dosen penguji.
ADVERTISEMENT
"Jadi celana rok ini kan tahun kemarin merupakan tugas kuliah saya. Pas diujikan di depan dosen, Puji Tuhan mereka suka. Katanya unik," kata Yolanda sumringah.
Sebagai produk fashion yang menyasar anak-anak muda, Yolanda pun memberikan nama unik, Cau. Kata ini diambil dari bahasa keseharian anak-anak muda yang artinya pergi.
"Kan banyak tuh yang bilang, yuk kita cau. Ya sudah dikasih nama Cau biar bisa mengena ke anak-anak muda," imbuhnya.
Karena terbilang pendatang baru sebagai entrepreneur, Yolanda masih menjual produknya secara online melalui media sosial. Ke depan Yolanda juga ingin mengeksplorasi motif-motif batik dari daerah lainnya.
"Dunia fashion itu dinamis ya, jadi kita harus menyajikan produk-produk kreatif agar konsumen tidak bosan," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan