Sandiaga: Masyarakat Habiskan 11 Miliar Dolar AS Pertahun untuk Berobat ke LN

Konten Media Partner
5 Mei 2022 9:22
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sandiaga: Masyarakat Habiskan 11 Miliar Dolar AS Pertahun untuk Berobat ke LN (283466)
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut, sebanyak 11 miliar dolar melayang dari Indonesia karena masih banyak masyarakat berobat ke luar negeri.
ADVERTISEMENT
Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri, tidak hanya bagi petugas dan pelaksana kesehatan saja, namun bagaimana masyarakat bisa sehat di rumah sendiri.
Untuk mengatasai hal ini, pemerintah melakukan beberapa cara dengan mendorong customize, personalize, locallize and smaller in size sebagai bagian dari pendekatan mengembangkan pariwisata berbasis kesehatan di Indonesia.
Sandi mengungkapkan, ada empat pilar yang akan digenjot dalam kemajuan dalam pariwisa kesehatan di Indonesia. Seperti pariwisata kesehatan itu sendiri, pariwisata kebugaran (wellness), wisata kesehatan berbasis konferensi dan edukasi.
"Saya melihat beberapa sektor yang menjadi pandemic winner harus kita kembangkan, teman-teman Unair terutama dari Fakultas Kedokteran mampu menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi nasional menuju kemandirian ekonomi di masa pandemi," ungkap Sandi dalam kegiatan Class on Entrepreneur 2022 yang diadakan FK Unair, Minggu (1/5).
ADVERTISEMENT
Sandi menuturkan, kunci utama yang bisa dilakukan demi meningkatkan pelayanan kesehatan berkaitan dengan pariwisata adalah quality tourism atau pariwisata berkualitas.
Artinya bukan berfokus pada seberapa banyak wisatawan kesehatan yang datang, namun seberapa baik kualitas layanan yang diberikan baik primer maupun sekunder.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Mungkin jumlahnya (wisatawan) sedikit. Tapi lama tinggal maupun kualitas belanja mereka yang menjadi fokus utama. Nah yang kedua inilah yang kita harapkan ke belanja layanan kesehatan," tuturnya.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, pemerintah juga sudah menggagas beberapa investasi di infrastruktur kesehatan.
"Tinggal PR-nya adalah bagaimana memaksimalkan itu semua," tambahnya.
Menurutnya, ada lima kriteria penting entrepreneur seperti inovatif, berani ambil resiko, adaptif, selalu bergerak atau proaktif, dan memiliki prinsip.
ADVERTISEMENT
"Prinsipnya kerja keras, cerdas, tuntas, ikhlas. Ini bisa diterapkan bagi entrepreuneur di bidang kesehatan maupun umum," ucapnya.
Sandu mengatakan, jika Indonesia sebenarnya telah menunjukkan kekuatan di bidang testing atau diagnostik.
"Ada triliyunan peluang usaha di bidang testing, kita sebenarnya hebat kok. Jadi kenapa orang medical check up harus ke luar negeri padahal kita bisa hadirkan sendiri. 11 Miliar dolar itu harus dikembalikan ke Indonesia karena multiplyer effectnya besar. Surabaya menjadi pilot proyek wisata kesehatan ini karena rumah sakit dan kualitas kesehatan di Surabaya sudah maju. Tinggal harapannya lahir bagaimana berkolaborasi dengan baik termasuk dari institusi pendidikan kesehatan dan bagaimana lahir banyak entrepreneur-entrepreneur di bidang kesehatan," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020