Konten Media Partner

Tips Menjaga Kesehatan Anak Agar Tak Gampang Sakit saat Musim Hujan

26 November 2025 8:55 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konten Media Partner
Tips Menjaga Kesehatan Anak Agar Tak Gampang Sakit saat Musim Hujan
Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar anak tidak gampang sakit saat musim hujan tiba. #publisherstory #beritaanaksurabaya
BASRA (Berita Anak Surabaya)
Ilustrasi anak bermain hujan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bermain hujan. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Beberapa penyakit memang lebih mudah menyerang anak saat musim hujan. Hal ini karena kelembapan udara yang meningkat, menggenangnya air, dan banjir saat musim hujan merupakan faktor yang ideal untuk pertumbuhan jamur, bakteri, dan virus penyebab penyakit.
ADVERTISEMENT
Orang tua tidak perlu khawatir, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan agar anak tidak gampang sakit saat musim hujan tiba. Tips ini dibagikan oleh Dosen Fakultas Kedokteran (FK) UM Surabaya Gina Noor Djalilah Universitas Muhammadiyah (UMSurabaya)
Gina menjelaskan beberapa penyakit yang sering muncul di musim hujan seperti diare/gastroenteritis (kolera), influenza, demam berdarah, tifus, leptospirosis, hepatitis A, hingga penyakit kulit.
"Faktor yang menyebabkan tingginya kasus anak-anak terkena penyakit saat musim hujan di antaranya tingkat kelembaban yang tinggi, berkurangnya paparan sinar matahari dan banjir yang banyak membawa limbah dari sungai atau selokan," jelas Gina dalam keterangannya seperti dikutip Rabu (26/11).
Untuk mencegah penyakit yang biasa marak saat musim penghujan, Gina membagikan beberapa tips yang harus dilakukan orang tua agar kondisi anak tetap sehat di musim hujan.
ADVERTISEMENT
Pertama, Gina mengatakan agar orang tua selalu menyiapkan peralatan pelindung hujan. Peralatan pelindung hujan meliputi payung, jas hujan, dan sepatu hujan agar anak terhindar dari basah kuyup. Menurutnya air hujan yang menggenang di jalan-jalan terkontaminasi dengan berbagai bakteri.
“Kedua menutup wadah penampungan air. Nyamuk penyebab demam berdarah berkembang biak di air yang tergenang yang bersih,” ujarnya.
Gina menegaskan mengosongkan atau menutup wadah penampungan air di sekitar rumah sangat penting dilakukan untuk mencegah nyamuk berkembang biak di dalamnya.
“Hindari juga gigitan nyamuk dengan menggunakan obat anti nyamuk, memasang kasa anti nyamuk, dan sebagainya,” imbuhnya.
Cara yang ketiga adalah menjaga kebersihan lingkungan. Menjaga lingkungan tetap bersih selama musim hujan mencegah nyamuk dan hewan penyebab penyakit lainnya berkembang biak dan mengerumuni rumah.
ADVERTISEMENT
“Selanjutnya pastikan anak minum air bersih dan matang sempurna. Sejumlah penyakit, seperti diare dan kolera, disebabkan oleh asupan air yang terkontaminasi. Selalu pastikan anak minum air yang bersih dan aman untuk mencegah infeksi dan penyakit,” terangnya.
Kelima, membimbing anak untuk mencuci tangan dengan benar. Gina menerangkan, mencuci tangan dengan benar dapat membantu melindungi anak dari kuman dan infeksi virus yang dapat ditularkan melalui berbagai cara (memegang benda-benda milik umum, kontak dengan orang yang sedang sakit).
“Langkah selanjutnya untuk mencegah anak sakit saat musim hujan tiba adalah dengan melakukan vaksinasi,” tukasnya.
Vaksinasi adalah salah satu cara terpenting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh anak. Orang tua dapat berbicara dengan dokter mengenai vaksinasi yang tepat untuk anak.
ADVERTISEMENT
Selain vaksinasi, berikan asupan makanan yang sehat dan bergizi seimbang kepada buah hati Anda untuk meningkatkan imunitasnya.
Asupan makanan yang bernutrisi seimbang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh anak di antaranya makanan yang mengandung makronutrient (karbohidrat, protein, lemak) dan micronutrient (Zn, Fe, mg).
Seiring dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak, mereka akan tetap terlindungi dari penyakit-penyakit yang berkaitan dengan musim hujan.
Istirahat yang cukup menjadi cara kedelapan untuk menjaga kesehatan anak saat musim penghujan tiba yang perlu diketahui orang tua.
Kebutuhan tidur pada anak sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan , pembentukan nutrisi penting (internal) dan detoksifikasi dari bahan2 yang merugikan.
Perlu diketahui bahwa kebutuhan istirahat anak adalah cukup 8-12 jam sesuai usia. Tidur berguna untuk memulihkan seluruh sistem tubuh sehingga kebal terhadap virus maupun bakteri.
ADVERTISEMENT
Langkah selanjutnya gunakanlah masker. Apabila anak sering bepergian dengan kendaraan umum, bertemu dengan orang banyak, polusi udara maka anak-anak perlu menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan dari orang lain dan bahan-bahan pencemar udara.
“Terakhir segera lakukan konsultasi apabila menemukan gejala dini dari anak,” pungkasnya.