Tolak RUU Kesehatan Omnibus Law, DPW PPNI Jatim: Lemahkan Profesi Perawat

Konten Media Partner
23 Oktober 2022 10:54
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur.
zoom-in-whitePerbesar
DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur menolak rencana pengesahan Undang-undang (RUU) kesehatan Omnibus Law.
ADVERTISEMENT
Ketua DPW PPNI Jawa Timur, Prof. Dr. Nursalam, M.Nurs (Hons) mengungkapkan, jika RUU tersebut berpotensi mencabut atau meniadakan UU Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan.
UU No 38 tahun 2014 pada dasarnya telah memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan profesi perawat agar kualitas dan profesionalitas perawat Indonesia semakin terjamin serta mampu menghadapi era persaingan.
“UU tersebut mengatur profesi perawat dari hulu ke hilir dan juga mengatur pelayanan perawat untuk perlindungan klien atau masyarakat maupun perawat itu sendiri,” ungkap Prof. Nursalam, Minggu (23/10).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menurutnya, sejak disahkan tahun 2014 lalu, Undang-undang keperawatan sudah berjalan dengan baik hingga saat ini. Sehingga tidak ada alasan Undang-undang tersebut diganggu oleh RUU Kesehatan (Omnibus Law).
“Undang-undang Omnibus Law akan melemahkan profesi perawat baik di dalam maupun untuk bersaing di era Global sebagaimana yang diharapkan oleh seluruh bangsa Indonesia,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, DPW PPNI Jatim dan seluruh DPW PPNI seluruh Indonesia menolak keras UU Keperawatan diikut sertakan dalam pembahasan RUU Kesehatan (Omnibus Law).
Pihaknya pun mendesak DPR dan Pemerintah dalam hal ini Presiden RI untuk mengimplemantasikan UU Keperawatan dengan sungguh-sungguh demi peningkatan Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat.
“Kalau ada yang tidak sempurna dari UU 38 maka bisa disempurnakan bukan dicabut,” tukasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020