News
·
2 Agustus 2021 15:07
·
waktu baca 2 menit

Vaksin Merah Putih Unair akan Diuji Tantang dengan COVID-19 Varian Delta

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Vaksin Merah Putih Unair akan Diuji Tantang dengan COVID-19 Varian Delta (346846)
searchPerbesar
Pixabay.
Mutasi Sars-CoV-2 hingga saat ini kian bervariasi. Bahkan varian Delta telah mendominasi di beberapa negara, tak terkecuali di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh tim peneliti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, nantinya juga akan dilalukan uji tantang pada Varian Delta guna mengetahui efektifitas vaksin terhadap virus.
Koordinator Produk Riset COVID-19 Unair, Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan, nantinya, makaka yang telah diimunisasi dan mempunyai antibodi akan ditantang untuk uji netrisasi dengan Varian Delta.
"Nanti akan kita lakukan uji tantang, karena ini kan platformnya inactivated virus. Jadi, makaka yang sudah diimunisasi, nanti dia punya antibodi, nah akan ditantang untuk uji netralisasi dengan Varian Delta," kata Prof Nyoman, Senin (2/8).
Ia mengungkapkan, jika Institute of Tropical Disease (ITD) Unair sudah berhasil mengkulturkan Varian Delta. "Kalau uji tantang kan ditantang sama virusnya. Nah ini yang harus dilakukan di Animal BSL-3 (Bio Self Level 3) Unair, karena kita akan menantangkan si kera dengan virus," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Setelah itu, tim peneliti baru bisa melihat apakah makaka bisa bertahan atau tidak jika terinfeksi virus Varian Delta.
"Ini tentunya masih dalam proses penelitian, karena makakanya baru mulai jalan. Kan sekarang nunggu sistem imunnya dulu, antobodi ada dulu, baru bisa uji tantang. Harapan kita, tentu bisa menetralisir virus tadi," tambahnya.
Berdasarkan informasiinformasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Prof Nyoman mengatakan, bahwa COVID-19 Varian Delta bisa menginfeksi orang-orang yang sudah divaksin. Hanya saja, gejala atau dampak infeksi dari orang yang sudah divaksin itu jauh lebih baik.
"Walaupun efikasinya agak menurun, namun masih dibatas minimal dari efikasi yang disarankan WHO. Dari WHO kan minimal 50%. Saya rasa sampai hari ini belum ada yang mengkhawatirkan, masih di batas diizinkan WHO. Mudah-mudahan Vaksin Merah Putih juga mampu melakukan itu," harapnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020