News
·
30 November 2020 6:27

Warga Kendor, Kasus COVID-19 di Surabaya Kembali Naik

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Warga Kendor, Kasus COVID-19 di Surabaya Kembali Naik (71019)
Tes swab di salah satu SMP di Surabaya. Beberapa hari terakhir kasus COVID-19 di Surabaya kembali naik. Foto: Masruroh/Basra
Warga Surabaya mulai kendor terhadap protokol kesehatan. Ini berdampak dengan kembali naiknya kasus COVID-19 di Surabaya. Kasus terkonfirmasi COVID-19 di kota Surabaya kembali naik, meski jumlah kasus harian tidak setinggi di kabupaten Jember dan Situbondo.
ADVERTISEMENT
"Kasus naik di Surabaya tetapi tidak setinggi di beberapa kabupaten lain di Jatim, seperti Jember dan Situbondo," tukas Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo, kepada Basra, (29/11).
Kembali naiknya kasus COVID-19 di Surabaya, lanjut Windhu, membuat keraguan tentang validitas datanya. Hal ini karena realitas yang ada saat ini terdapat beberapa rumah sakit rujukan COVID-19 yang mulai kewalahan karena bed isolasinya sudah mulai penuh.
"Kasus yang membutuhkan bed isolasi RS rujukan maupun non RS rujukan meningkat," imbuhnya.
Dikatakan Windhu, sampai minggu kemarin kota Surabaya masih berzona oranye (risiko sedang). Ini sudah berlangsung lebih dari 8 minggu, tidak turun juga tidak naik.
Namun status tersebut bisa saja berubah mengingat kasus COVID-19 di Surabaya yang kembali naik.
ADVERTISEMENT
"Tentang tingkat risiko, kita baru bisa tahu hari Senin karena hasil penilaian tingkat risiko (merah-oranye-kuning-hijau) setiap kab/kota di Indonesia per minggu baru dikeluarkan setiap Senin," jelas Windhu.
Masyarakat yang kendor atau tidak disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan disebut Windhu turut menjadi penyebab kembali naiknya kasus COVID-19 di Surabaya.
"Tingkat kedisiplinan warga rendah dalam mematuhi 3M, terutama dalam menjaga jarak minimum 2 meter," tukasnya.
Sementara itu berdasarkan data infocovid19.jatimprov.go.id, pada Minggu (29/11) terdapat penambahan 27 kasus terkonfirmasi COVID-19 di Surabaya.