News
·
30 November 2020 13:11

Warga Surabaya Mulai Abai Prokes, Dokter: Harus Ada Sikap Parno!

Konten ini diproduksi oleh BASRA (Berita Anak Surabaya)
Warga Surabaya Mulai Abai Prokes, Dokter: Harus Ada Sikap Parno! (77171)
Pixabay.
Disiplin protokol kesehatan (prokes) merupakan vaksin paling efektif untuk menghentikan penyebaran COVID-19. Seperti mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, saat ini masyarakat mulai abai untuk menerapkan protokol kesehatan di era new normal. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu naiknya angka Kasus COVID-19 di beberapa daerah di Indonesia, tak terkecuali di wilayah Jawa Timur.
Lantas, apa yang harus dilakukan masyarakat untuk menekan angka penyebaran COVID-19?
Dr Christrijogo Sumartono W, dr SpAn KAR, KIC mengatakan, masyarakat harus mempunyai sikap parno pada diri sendiri dan orang lain.
"Jadi sikap parno menjaga diri sendiri untuk survive harus ada. Rasa akan takut tertular dan menulari orang lain itu harus ada. Kita parnonya sampai seperti itu malah lebih bagus," kata Dr Christirjogo ketika dihubungi Basra, Senin (30/11).
Menurutnya, dengan menerapkan sikap parno masyarakat akan lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan agar tidak terinfeksi virus mematikan tersebut.
Warga Surabaya Mulai Abai Prokes, Dokter: Harus Ada Sikap Parno! (77172)
Ilustrasi jaga jarak. Foto-foto: Dok.Basra
Selain sikap parno, pakar anastesi ini juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan benar.
ADVERTISEMENT
"Masyarakat tidak sadar bahwa mereka kembali ke budaya lama, dengan salaman dan saling memegang. Padahal itu bahaya. Lalu kalau pakai masker ditaruh di leher itu kan juga tidak benar," ucapnya.
Untuk itu, Dr Christrijogo mengungkapkan jika memakai masker merupakan salah satu cara efektif mencegah masuknya virus ke dalam tubuh.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk slelau menjaga kebersihan tangan dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Sebab, kuman atau virus akan mati bila terkena sabun dan alkohol.
"Tangan kita kalau mau pegang muka harus cuci tangan dulu, pakai hand sanitizer. Karena virus itu kan bisa masuk lewat mulut, hidung, mata. Lalu Kalau mau makan, maskernya harus dilepas jangan ditaruh leher, supaya masker itu efektif untuk bisa digunakan," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Terakhir, Dr Christrijogo mengatakan agar masyarakat menghindari kerumunan dan menjaga jarak ketika berada di tempat umum. Karena dengan menjaga jarak dapat mencegah masuknya virus hingga 90 persen.
"Kalau ada kerumunan, ada orang batus pilek menghindar dulu saja. Kita semua tau, dimana-mana sudah capek. Masyarakat capek, petugas juga sudah capek, tapi penyakit ini masih ada. Kecuali kalau mau seleksi alam ya monggo. Tapi kita kan nggak ingin itu, sebagai manusia yang punya anugerah dari Tuhan dan diberi kesempatan untuk melakukan ibadah ya kita harus tawakal, dan survive," pungkasnya.