Mom16 September 2020 6:13

'Zoom Fatigue' Fenomena Anak Kelelahan Menjalani Sekolah Online

Konten Redaksi BASRA
'Zoom Fatigue' Fenomena Anak Kelelahan Menjalani Sekolah Online (1053347)
Foto : Beaverck - Reddit
Tak bisa dipungkiri kalau sekolah online itu melelahkan. Setiap hari anak-anak diminta untuk join ke aplikasi Zoom untuk mencatat materi pelajaran dari bapak atau ibu guru. Setelah sesi Zoom berakhir, mereka diminta untuk mengerjakan tugas di Google Classroom atau Microsoft Teams, dan masih ada tugas tambahan yaitu menyimak materi pelajaran dari siaran televisi. Bisa dibayangkan betapa sulit perjuangan anak-anak hanya untuk belajar?
ADVERTISEMENT
Sejak pandemi COVID-19 merebak hingga saat ini, anak-anak sudah menjalani pembelajaran jarak jauh sekitar 5 bulan. Mereka mulai jenuh dan kehabisan energi untuk sekolah tiap hari.
Tak hanya di Indonesia, para orang tua di luar negeri juga merasa iba saat anak-anak mereka mengalami Zoom Fatigue, alias kelelahan zoom. Banyaknya video conference yang diikuti dan minimnya interaksi dengan teman sebaya membuat mental anak-anak lelah.
Saat mengikuti video conference, pandangan mata, konsentrasi, dan pendengaran kita menuntut perhatian penuh. "Dan itu melelahkan dalam waktu lama," Tom dan Jack, salah satu guru SD di Amerika.
Selain menyarankan orang tua untuk mematikan kamera saat anak-anak mengikuti Zoom, Tom dan Jack juga meminta orang tua untuk lebih banyak mendengar perasaan anak-anak mereka.
ADVERTISEMENT

"Anak-anak itu bisa menyelesaikan masalahnya sendiri kalau Anda memberinya cara dan kepercayaan diri untuk melakukannya. Apa yang kurang di sini adalah anak-anak tidak diizinkan untuk mengekspresikan perasaannya. Tanyakan pada anak apa yang membuat mereka bisa menikmati proses belajar, dan apa yang bisa mengganggu mereka. Tanyakan juga cara belajar seperti apa yang mereka inginkan. Berikan anak-anak ruang untuk mengungkapkan perasaannya dan pemikirannya," kata Tom dan Jack pada Bored Panda.

Kata Daniel Bober, Kepala Departemen Psikiatri dari Memorial Regional Healthcare System pada Parents.com, Zoom atau bentuk video conference apapun bukan cara yang tepat untuk menggantikan kelas tatap muka.
"Panggilan telepon mungkin bisa jadi alternatif yang bagus karena mereka tidak selalu merasa sedang diawasi atau harus 'tampil'. Anda juga bisa mematikan kamera saat video conference supaya bisa membantu mereka mengurangi rasa lelah," kata Daniel.
ADVERTISEMENT
Selain itu, guru-guru juga masih bisa memanfaatkan email untuk mengirim materi pembelajaran dan tugas pada anak-anak dengan lebih bijaksana.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white