News
·
5 Mei 2021 16:49

Bupati Blora Minta Salat Idul Fitri Bisa Diatur Agar Tidak Berkerumun

Konten ini diproduksi oleh Berita Bojonegoro
Bupati Blora Minta Salat Idul Fitri Bisa Diatur Agar Tidak Berkerumun (305182)
Bupati didampingi Kapolres dan Dandim Blora, saat beri keterangan usai pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2021. (foto: priyo/beritabojonegoro)
Blora - Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi menyampaikan bahwa terkait pelaksanaan ibadah salat Idul Fitri 1442 H, pihaknya akan segera memerintahkan camat untuk mengumpulkan Kepala Desa guna menyampaikan imbauan kepada para takmir masjid untuk pengaturan pelaksanaan ibadah solat Idul Fitri.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut disampaikan Bupati Arief Rohman usai pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2021 di halaman Mapolres Blora. Rabu (05/05/2021)
"Pengaturan salat Idul Fitri akan diatur agar tidak terfokus pada satu lokasi, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan kerumunan. Untuk pelaksanaan salat Idul Fitri di satu desa atau kelurahan agar disebar di masjid atau musala setempat, sehingga tidak menimbulkan kerumunan," kata Bupati Blora.
Bupati menyampaikan bahwa terkait meningkatnya kegiatan masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri 2021 di beberapa lokasi yang menimbulkan kerumunan masyarakat seperti di pusat perbelanjaan, pasar, Alun-alun, dan pusat keramaian lainnya, pihaknya akan menjalin sinergi dengan Polres dan Kodim Blora untuk melakukan penertiban protokol kesehatan di lokasi yang menimbulkan kerumunan.
ADVERTISEMENT
Bupati menyampaikan bahwa sudah ada laporan yang masuk terkait meningkatkan kerumunan masyarakat di beberapa lokasi yang dikhawatirkan bisa menimbulkan penularan COVID-19.
"Terkait pusat keramaian masyarakat terutama di pusat perbelanjaan, nanti Satpol PP akan dibantu TNI dan Polri untuk melakukan penertiban protokol kesehatan, yaitu pengunjung wajib bermasker, serta diatur ritmenya sehingga tidak menimbulkan penumpukan kerumunan, khususnya di pusat perbelanjaan," kata Bupati Blora.
Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama SIK menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2021, Polres Blora akan menurunkan 254 personel yang akan dibantu oleh pasukan BKO dari Sat Brimob Polda Jateng, TNI Kodim Blora dan instansi terkait lainnya.
Menurutnya, selain fokus kegiatan penyekatan di perbatasan, Polres Blora bersama Kodim dan Pemkab akan melakukan pendataan terhadap warga pendatang yang masuk di wilayah Kabupaten Blora.
ADVERTISEMENT
"Kita berdayakan Bhabinkamtibmas, bersama Babinsa dan unsur pemerintah desa untuk melakukan pendataan dan pemantauan terhadap warga pendatang. Tujuannya adalah jika ada warga yang teridentifikasi positif COVID-19 bisa segera kita lakukan tindakan lebih lanjut, sehingga tidak menimbulkan penularan kepada warga lainnya," kata Kapolres Blora.
Kapolres berpesan agar warga masyarakat tak bosan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan menjelang lebaran karena banyak warga yang beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan lebaran salah satunya adalah berbelanja. Kapolres berpesan agar warga tetap berpegang pada 5M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.
"Jika tidak ada keperluan mendesak, tidak usah keluar rumah lebih baik tinggal di rumah fokus ibadah Ramadhan," kata Kapolres Blora. (teg/imm)
ADVERTISEMENT
Reporter: Priyo SPd
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com