News
·
4 April 2021 21:53

Gubernur Jatim, Lakukan Kunjungan di Bojonegoro

Konten ini diproduksi oleh Berita Bojonegoro
Gubernur Jatim, Lakukan Kunjungan di Bojonegoro (497523)
searchPerbesar
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat beri sambutan dalam kunjungan di UD Mitra Tani, di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Minggu (04/04/2021)
Bojonegoro - Gubernur Jawa Timur Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi, pada Minggu (04/04/2021), lakukan kunjungan di UD Mitra Tani, di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
ADVERTISEMENT
Kunjungan Gubernur Jatim tersebut dalam rangka mengidentifikasi produksi dan serapan beras di Kabupten Bojonegoro.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro, Dr Hj Anna Muawannah, Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia SIK MH MM; Dandim Bojonegoro, Letkol Inf Bambang Hariyanto, Forkopimda Bojonegoro, Kepala Bokorwil Bojonegoro, Dr Ir Dyah Wahyu Ermawati MA; Sekda Bojonegoro, Dra Nurul Azizah MM; Dirut Bank Jatim, Busrul Iman; sejumlah Kepala OPD Pemkab Bojonegoro, dan Pemilik Gudang Serapan Beras UD Mitra Tani, Untung Basuki.
Gubernur Jatim, Lakukan Kunjungan di Bojonegoro (497524)
searchPerbesar
Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, saat beri sambutan dalam kunjungan di UD Mitra Tani, di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Minggu (04/04/2021)
Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mengawali sambutannya mengucapan terima kasih atas kunjungan Gubernur Jawa Timur di Kabupaten Bojonegoro. Menurut Bupati, hal tersebut akan memberikan motivasi dalam penyerapan dan peningkatan produksi gabah di Bojonegoro .
ADVERTISEMENT
" Tahun ini Bojonegoro masuk kategori 3 besar di Jawa Timur. Hasil gabah petani tahun ini 820 ribu ton atau 380 tibu ton beras. Semoga ke depan Bojonegoro bisa menjadi lumbung pagan dalam hal hasil produksi pertanian," kata Bupati Anna Muawanah.
Gubernur Jatim, Lakukan Kunjungan di Bojonegoro (497525)
searchPerbesar
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, saat lakukan kunjungan di UD Mitra Tani, di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Minggu (04/04/2021)
Sementara itu Gubernur Kofifah Indar Parawansa dalam sambutanya mengatakan bahwa saat ini produksi beras di Jawa Timur tertinggi di Indonesia menggeser Jawa Tengah. Menurutnya, ada beberapa titik sentral produksi dan penjualan gabah yang strategis di Jawa Timur, antara lain Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro, yang merupakan penghasil gabah terbesar ketiga di Jawa Timur.
"Kami ingin memastikan kondisi fisik supaya dapat mengambil gambaran kondisi berasnya bagaimana dan gabah seperti apa." kata Gubernur Khofifah.
ADVERTISEMENT
Gubernur menuturkan bahwa dirinya sedang mencoba melakukan identifikasi agar jika terjadi surplus beras cepat terserap. Gubernur juga sudah menyampaikan kepada beberapa menteri terkait supaya ada serapan yang lebih dari Bulog.
Menurutnya, hal ini penting agar jika terjadi masalah dengan gabah juga akan terpenuhi solusinya.
Menurutnya, regulator dan operator menjadi penting sehingga pemetaan terhadap posisi gabah menjelang panen dan pasca panen harus memberikan rasa aman bagi para petani.
“Saya berharap bahwa ada yang menjadi operator dan ada yang menjadi regulator, karena beras ini bagi Indonesia adalah salah satu kebutuhan pokok dan menjadi bagian yang vital," kata Gubernur.
Pada kesempatan tersebut Gubernur menyampaikan bahwa dirinya sengaja mengajak Dirut Bank Jatim untuk melihat bagaimana kegiatan di lapangan dan untuk bisa mendukung apa yang kurang, termasuk memberi suplai modal bagi kebutuhan para kelompok tani atau gabungan kelompok tani (gapoktan).
ADVERTISEMENT
Gubernur berharap aga Bank Jatim bisa mengambil posisi sampai kepada pengambilan keputusan kemungkinan bisa membangun kerjasama dengan para petani agar mereka yang ada di dalam bisnis pengelolaan beras bisa lebih berkembang dan mencukupi kebutuhan gabah dan beras di tingkat nasional." kata Gubernur.
"Petani di sini dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan skema-skema kredit yang memungkinkan bisa diakses secara berkelanjutan. Untuk Bank Jatim bisa menjajaki kemungkinan perjanjian yang bisa dilakukan kerjasama dengan para gapoktan dan pengelola industri beras. (red/imm)
Penulis: Dan Kuswan SPd
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Artikel ini telah tayang di: https://beritabojonegoro.com