Harga Cabai di Blora Meroket, Pendapatan Pedagang Menurun

Konten Media Partner
9 Juni 2022 19:58
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Rakyat Sido Makmur, Kabupaten Blora. Kamis (09/06/2022) (foto: dok istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Rakyat Sido Makmur, Kabupaten Blora. Kamis (09/06/2022) (foto: dok istimewa)
ADVERTISEMENT
Blora - Dalam sepekan terakhir, harga semua jenis cabai di pasar tradisional di Kabupaten Blora meroket.
ADVERTISEMENT
Para pedagang mengaku kesulitan mendapatkan stok, sementara pembeli mengeluh dengan adanya kenaikan harga yang tinggi. Dampaknya, pendapatan para pedagang mengalami penurunan karena konsumen banyak yang mengurangi pembelian.
Kenaikan harga cabai ini diduga akibat dampak cuaca buruk dan curah hujan yang masih tinggi, sehingga pasokan dari petani berkurang.
Seperti halnya yang terpantau di Pasar Rakyat Sido Makmur, Kabupaten Blora. Harga cabai rawit saat ini menembus Rp 100.000 per kilogram.
Suasana pedagang di Pasar Rakyat Sido Makmur, Kabupaten Blora. Kamis (09/06/2022) (foto: dok istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana pedagang di Pasar Rakyat Sido Makmur, Kabupaten Blora. Kamis (09/06/2022) (foto: dok istimewa)
Menurut Sani (63), salah satu pedagang cabai di pasar setempat, dirinya mengaku kesulitan mendapat stok. Selain itu harga dari pengepul terus mengalami kenaikan.
"Dapat stoknya yang sulit," ucap Sani, Kamis (09/06/2022).
Menurutnya, kenaikan harga cabai terjadi sejak sepekan lalu Untuk cabai rawit merah semula Rp 70.000, dan kini naik menjadi Rp 100.000 per kilogram. Untuk cabai merah keriting yang semula Rp 50.000 naik menjadi Rp 65.000 per kilogram. Sedangkan cabai rawit kuning yang semula Rp 40.000 per kilogram naik menjadi Rp 50.000. Cabai hijau besar dari Rp 20.000 naik menjadi Rp 30.000 per kilogram.
ADVERTISEMENT
“Semua jenis cabai harganya naik. Kenaikan tertinggi pada cabai rawit merah. Saat ini harganya 100 ribu rupiah per kilogram,” ujar Sani.
Sani memperkirakan kenaikan harga cabai ini akan terus berlanjut. Untuk itu pihaknya berharap agar pemerintah dapat menstabilkan hara cabai ini.
"Apalagi sebentar lagi Hari Raya Iduladha. Takutnya harga cabai semakin tinggi," kata Sani.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wati (45), salah satu pedagang Pasar Sido Makmur Blora. Menurutnya, kenaikan harga cabai ini berdampak dengan turunya penjualan sehingga pendapatan para pedagang menjadi berkurang.
"Banyak pembeli yang mengeluh, karena tingginya harga cabai, sehingga pejualan kami juga berkurang" ucap Wati
Wati berharap harga cabai kembali normal sehingga masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga tersebut, dan penjualan para pedagang kembali seperti biasa.
ADVERTISEMENT
"Semoga segera normal kembali. Kalau harga naik begini yang beli sedikit," kata Wati. (teg/imm)
Reporter: Priyo SPd
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020