Mancing Ikan, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Tewas Tenggelam

Konten Media Partner
20 Februari 2022 15:30
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mancing Ikan, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Tewas Tenggelam (73499)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas saat lakukan olah TKP di saluran irigasi tempat korban Muhammad Lausi Hakiki, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam. Minggu (20/02/2022) (foto: dok istimewa)
ADVERTISEMENT
Bojonegoro - Seorang anak bernama Muhammad Lausi Hakiki bin Heri Kiswanto (9) warga Dusun Jaticilik, Desa Penganten RT 018 RW 002, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Minggu (20/02/2022) pukul 10.30 WIB, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di sungai atau saluran irigasi yang tak jauh dari rumahnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, korban sedang memancing ikan bersama teman-temannya. Diduga saat itu alat pancing milik korban jatuh ke sungai, sehingga korban turun ke sungai untuk mengambilnya.
Namun diduga karena korban tidak bisa berenang akhirnya korban terseret arus sungai dan tenggelam, hingga akhirnya korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Mancing Ikan, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Tewas Tenggelam (73500)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas saat lakukan olah TKP di saluran irigasi tempat korban Muhammad Lausi Hakiki, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam. Minggu (20/02/2022) (foto: dok istimewa)
Kepala Dusun (Kasun) Jaticilik, Desa Penganten, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Kris Imam Baskoro Yunianto, kepada awak media ini menjelaskan bahwa awalnya korban sedang mencari ikan atau memancing di saluran irigasi Waduk Pacal, bersama dua orang temannya
"Anaknya mancing di aliran irigasi Waduk Pacal, bertiga sama temannya. Diduga alat pancingnya jatuh ke sungai lalu anaknya mau ambil itu. Entah terpeleset atau nyebur sendiri, lalu tenggelam." kata Kris Imam Baskoro Yunianto.
ADVERTISEMENT
Mengetahui kejadian tersebut, kedua teman korban segera meminta tolong kepada warga yang ada di sekitar lokasi kejadian untuk membantu mencari korban.
"Korban ditemukan kurang lebih 15 menit setelah tenggelam, dengan jarak kurang lebih 250 meter dari lokasi awal korban tenggelam, sudah dalam kondisi meninggal dunia." kata Kasun Jaaticilik, Kris Imam Baskoro Yunianto.
Mancing Ikan, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Tewas Tenggelam (73501)
zoom-in-whitePerbesar
Petugas saat lakukan identifikasi mayat korban Muhammad Lausi Hakiki, yang ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam. Minggu (20/02/2022) (foto: dok istimewa)
Terpisah, Kapolsek Balen, Polres Bojonegoro, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Simoen, dikonfirmasi awak media ini membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait adanya orang meninggal dunia akibat tenggelam.
Menurut Kapolsek, kronologi kejadian tersebut bermula pada Minggu (20/02/2022) pukul 08.30 WIB, korban Muhammad Lausi Hakiki bersama dengan 2 orang temannya yang bernama Fian (9) dan Ipan (10), pergi menuju ke saluran irigasi yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya, untuk memancing.
ADVERTISEMENT
Sesampainya di lokasi kejadian, korban bersama kedua temanya memancing, namun alat pancing milik korban jatuh ke sungai, sehingga korban turun ke sungai untuk mengambilnya.
"Diduga karena korban tidak bisa berenang akhirnya korban langsung tenggelam dan terseret arus sungai," kata Kapolsek.
Mengetahui hal tersebut, kedua orang temannya ketakutan dan meminta tolong kepada warga sekitar. Selanjutnya warga berusaha untuk mencari korban, hingga akhirnya korban ditemukan sejauh kurang lebih 250 meter dari posisi awal tenggelam.
"Kemudian warga mengangkat korban ke permukaan, namun korban diketahui sudah tidak bernyawa atau meninggal dunia. Selanjutnya mayat korban dibawa pulang ke rumah duka." kata Kapolsek.
Kapolsek menjelaskan bahwa berdasarkan hasil identifikasi dan pemeriksaan petugas medis dari Puskesma Balen, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ata penganiayaan pada tubuh korban. "Penyebab kematian korban karena tenggelam,” kata Kapolsek.
ADVERTISEMENT
Atas terjadinya peristiwa tersebut, keluarga korban menerima sebagai musibah dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi, yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan.
“Selanjutnya jenazah korban kami serahkan kepada keluarganya untuk dimakaman.” kata Kapolsek Balen, AKP Simoen. (red/imm)
Editor: Imam Nurcahyo
Publisher: Imam Nurcahyo
Story ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020