kumparan
6 Apr 2019 19:30 WIB

Pedagang Empon-Empon di Bojonegoro, Meninggal Saat Jualan di Pasar

Petugas saat lakukan identifikasi jenazah korban Munadji bin Raseman (78), yang ditemukan meninggal dunia di Pasar Desa Purwosari Kecamatan Purwosari Bojonegoro. Sabtu (06/04/2019)
Bojonegoro - Seorang kakek yang sehari-hari berjualan empon-empon (bumbu masak) di Pasar Desa Purwosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro bernama Munadji bin Raseman (78), warga Dusun Korgan Desa Purwosari Kecamatan Purwosari, pada Sabtu (06/04/2019) sekira pukul13.30 WIB, meninggal dunai saat berjualan di kiosnya yang berada di pasar desa tersebut.
ADVERTISEMENT
Diduga penyebab kematian korban karena penyakit tekanan darah rendah yang telah lama dideritanya kambuh, hingga akhirnya korban meningal dunia.
Petugas saat lakukan olah TKP, di Pasar Desa Purwosari Kecamatan Purwosari, tempat Munadji bin Raseman (78), ditemukan meninggal dunia. Sabtu (06/04/2019)
Kapolsek Purwosari, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yaban SE, kepada media ini meuturkan bahwa kronologi peristiwa tersebut sebagaimana dikutip dari keterangan saksi-saksi di paasar desa tersebut korban diketahui tiba-tiba pingsan sehingga para pedagang lainnya yang berada di pasar tersebut berusaha merusaha menolong korban.
“Saat pedagang lainnya berusaha menolong korban, tidak lama kemudian korban meninggal dunia.” kata Kapolsek.
Kapolsek menuturkan bahwa saat pihaknya mendapat laporan, jenazah korban oleh warga sudah dibawa pulang ke rumahnya, Sehingga petugas segera menuju lokasi kejadian dan ke rumah duka, sambil menghubungi petugas medis dari Puskesmas Purwosari, guna melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban.
ADVERTISEMENT
“Saat petugas tiba di TKP, jenazah korban telah dievakuasi ke rumahnya,” kata Kapolsek.
Petugas saat lakukan identifikasi jenazah korban Munadji bin Raseman (78), yang ditemukan meninggal dunia di Pasar Desa Purwosari Kecamatan Purwosari Bojonegoro. Sabtu (06/04/2019)
Berdasarkan hasil identifikasi, lanjut Kapolsek, diketahui ciri-ciri mayat, jenis kelamin laki-laki, panjang mayat 160 sentimeter, badan agak kurus. Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
Sedangkan berdasarkan keterangan keluarganya, korban telah lama menderita penyakit tekanan darah rendah.
“Dari keterangan keluarganya, sebelumnya korban pernah mengalami pingsan karena darah rendah. Diduga penyebab kematian korban akibat penyakit tekanan darah rendahnya kambuh,” kata Kaposlek.
Masih menurut Kapolsek, bahwa setelah dilakukan musyawarah, ahli waris korban menolak untuk dilakukan otopsi yang dinyatakan dengan membuat surat pernyataan, tidak akan menutut siapapun akibat meninggalnya korban.
ADVERTISEMENT
“Setelah dibuatkan berita acara, jenazah korban diserahkan kepada ahli warisnya untuk proses pemakaman,” pungkas Kapolsek. (red/imm)
Penulis: Imam Nurcahyo
Artikel ini telah dipublish di: https://beritabojonegoro.com
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·