kumparan
18 Maret 2019 9:01

Bambang Haryo Klaim Sandiaga Lebih Unggul di Debat Cawapres

147.jpeg
Sidoarjo (beritajati.com) – Hujan deras yang mengguyur kawasan Sidoarjo, tak menyurutkan ratusan pendukung Capres Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dalam nonton bareng (Nobar) siaran langsung debat cawapres. Mereka menggelar nonton bareng di Kantor Rumah Djoeang Prabowo-Sandi Jl Diponegoro Sidoarjo, Minggu (17/3/2019) malam.
ADVERTISEMENT
Sebelum siaran langsung debat cawapres berlangsung, ratusan simpatisan pasangan nomor 02 itu berulangkali meneriakkan yel-yel kemenangan Capres Cawapres Prabowo-Sandi. “Hujan deras, teman-teman simpatisan dan pendukung ternyata tetap banyak yang hadir. Ini luar biasa,” kata anggota DPR RI dari Partai Gerindra Bambang Haryo Sukartono.
Terkait materi debat yang menjadi tema malam ini, Bambang Haryo merasa Sandiaga Uno lebih unggul dan menguasai materi dibanding KH Ma’ruf Amin. “Sebanyak 1.400 perusahaan pelayaran ditutup, kalau satu perusahaan itu punya seribu karyawan, berapa banyak pengangguran baru di era pemerintahan ini. Itu belum sektor-sektor lain,” urainya mengkritik pemerintah.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan sejumlah hal tentang persoalan tenaga kerja dan rumah kerja. Termasuk bagaimana cara membuka lapangan kerja baru. “Hal itu bisa dijawab dan dipaparkan oleh Sandiaga Uno soal lapangan kerja dengan dikoneksikan melalui pendidikan berkarakter dan keahlian yang dipunyai usai kelulusan,” tandasnya.
ADVERTISEMENT
Soal UMKM, lanjut Bambang Haryo, Sandiaga menjelaskan, UMKM tak hanya diberikan pembinaan dan bantuan pembiayaan dari pemerintah. Melainkan juga dibantu memasarkan produksi yang dimiliki oleh pelaku UMKM yang mencapai 90 persen dari pekerja di seluruh Indonesia.
“Paparan soal UMKM dan masa depannya dijanjikan secara baik oleh pasangan Prabowo tersebut. Saya yakin dengan dipegangnya kekuasaan oleh pasangan Prabowo-Sandi, Indonesia akan maju dalam segala hal,” pungkasnya. [isa/suf]
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan