Pencarian populer

Debat Capres Bisa Berdampak Bagi 3 Kategori Pemilih

Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat politik Prof Dr Kacung Marijan MA, mengatakan, debat pemilihan umum presiden-wakil presiden (Pilpres) bisa berdampak makin banyak konstituen yang tak memberikan suaranya di Pilpres 2019 atau malah sebaliknya.

Hal itu dikatakan Prof Kacung saat dihubungi beritajatim.com di Surabaya, Jumat (11/1/2019) siang. “Debat bisa mempengaruhi bagi pemilih yang ragu-ragu untuk menentukan pilihan sehingga memilih. Atau justru memperkuat keyakinan pemilih ragu-ragu dan pemilih golput untuk makin meneguhkan tak memberikan pilihan saat pemungutan suara nanti,” tegas Prof Kacung.

Debat putaran pertama Pilpres 2019 dihelat pada 17 Januari 2019, berlokasi di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Tema debat yang diusung tentang hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Debat ini melibatkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandi S Uno.

Pada 3 bulan menjelang pemungutan suara Pilpres 2019 pada 17 April mendatang, setidaknya ada 4 kategori pemilih. Pertama, pemilih yang telah menentukan pilihan politiknya dan sulit untuk berubah. Kedua, pemilih yang masih ragu-ragu atas pilihan politiknya. Ketiga, pemilih yang belum menentukan pilihan politiknya. Dan keempat, pemilih yang tak mempergunakan hak pilihnya.

Prof Kacung mengutarakan, debat Pilpres 2019 bisa berdampak bagi kelompok pemilih kedua, ketiga, dan keempat. “Terutama kategori pemilih kedua dan ketiga,” tukasnya. Tak menutup kemungkinan kategori pemilih keempat yang awalnya golput lantas berubah mempergunakan hak pilihnya sekiranya konten debat menarik perhatiannya. “Tapi, sekaligus juga bisa tambah tak memilih,” ungkap Prof Kacung yang meraih gelar doktor ilmu politik dari Flinders of University Australia ini.

Debat Pilpres 2019 memberikan pengaruh politik kepada pemilih rasional dan terdidik, baik dalam makna positif maupun negatif. Prof Kacung memperkirakan, debat Pilpres 2019 berlangsung lebih menarik sehingga berpengaruh pada pilihan konstituen. “Ya seperti debat Pilgub Jatim 2018 kan pengaruhnya besar pada pilihan konstituen,” katanya.

Pada debat Pilpres 2019 ini, posisi Jokowi sebagai petahana, sedang Prabowo penantang. Jokowi memiliki akses untuk mempresentasikan program-program pembangunan yang telah dijalankan selama hampir 5 tahun ini. Prabowo sebagai penantang berkesempatan mengkritik kebijakan pemerintahan yang berjalan selama ini.

“Tentu Jokowi diasumsikan memiliki penguasaan materi lebih menarik, sedang Prabowo punya akses untuk mengkritik kebijakan pemerintah yang selama ini berjalan. Kedua tokoh ini berada di level berbeda dalam forum debat nanti,” tegas Prof Kacung. [air/suf]

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: