kumparan
11 November 2019 10:58

DPRD Surabaya Pertanyakan Ada Kegiatan Politik di CFD Bungkul

Surabaya (beritajatim.com) – Aksi Politik dari Relawan Risma di ajang Car Free Day (CFD) disorot kalangan Dewan Surabaya. Kegiatan tersebut dinilai mencoreng pernyataan Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang melarang kegiatan politik dilokasi tersebut.
ADVERTISEMENT
“Bu Risma sendiri yang pernah mengatakan tidak boleh menggelar kegiatan politik di ajang Car Free Day,” kata Imam saat dikonfirmasi, Senin (11/11/2019).
Legislator komisi A Dewan Surabaya ini menegaskan, Risma maupun para simpatisan pendukung harus fair. “Jangan pilih kasih. Kalau dilarang ya dilarang. Lantas karena pro- Bu Risma lalu dibiarkan,” ujar Alumnus Universitas Jember ini.

Baca Juga:

Wakil Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim ini mengkhawatirkan, jika kondisi tersebut dibiarkan akan berdampak kepada kegiatan politik di CFD.
ADVERTISEMENT
“Justru membuat kegiatan aksi politik di Car Free Day, yang lainnya juga pasti tidak mau kalah. Karena itu kalau mau fair ya sekalian saja diperbolehkan untuk semua pendukung bakal calon Walikota,” terang mantan Wartawan ini.
Imam menyatakan, hal tersebut merupakan bentuk kecolongan dari pihak Satpol PP Surabaya. Ia pun mengusulkan ke komisinya untuk melakukan pemanggilan. “Ini Kepala Satpol PP nya kecolongan atau pura-pura tidak tahu?” sindirnya.
Diketahui, Ratusan relawan berbaju putih merah berkumpul di acara Car Free Day yang digelar di Taman Bungkul kemarin.
Mereka kompak mengenakan kaos bertulisan hashtag Risma Selamanya. Aksi politik ini dimulai dari gedung perpustakaan Bank Indonesia kemudian melakukan long march di sepanjang lokasi car free day. Para relawan juga membawa beberapa poster-poster yang menggelitik. Beberapa di antaranya adalah “Bu Risma Dulu Baru Kamu”, “Bu Risma, Bangunkan Taman Bunga di Hati Areknya”, “Opo Jare Bu Risma”, “Angka Ikut Bu Risma”, “Bu Risma Carikan Jodoh Buat Aku”. [ifw/kun]
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan