kumparan
6 Sep 2019 11:32 WIB

Ini Prediksi Paslon di Pilwali Surabaya Versi Liang Research

Surabaya (beritajatim.com) – Prediksi paslon di Pilwali Surabaya 2020 semakin mengerucut. Paling tidak, hal itu menurut kajian yang dilakukan oleh Liang Research.
ADVERTISEMENT
Peneliti dari Liang Research, Natalia Liang mengatakan bahwa saat ini hampir bisa dipastikan tiap partai tengah berhitung menentukan komposisi pasangan calon (paslon) yang akan mereka usung. “Sekarang tiap partai pasti tengah berhitung, plus minusnya merekom si A atau si B, jadi masih dalam pertimbangan kalau saya rasa. Itu wajar sekali. Masih ada beberapa bulan ke depan,” katanya.
Hal itu, menurut Natalia, semakin menarik publik dan tim sukses masing-masing tokoh yang namanya masuk dalam bursa calon Wali Kota Surabaya. Ia pun memprediksi dalam kontestasi Pilkada tahun depan akan dimeriahkan beberapa paslon, tetapi yang paling kuat dan mungkin menurut Natalia hanya tiga komposisi paslon.
“Saya rasa yang potensial akan maju nanti antara Armuji-Gus Hans, Eri Cahyadi-Dhimas Anugrah, atau Whisnu Sakti-Hendro Gunawan. Tapi ini masih perkiraan mentah,” kata Natalia, Jumat (6/9/2019).
ADVERTISEMENT
Whisnu Sakti, menurut Natalia, adalah nama terkuat di PDIP Surabaya yang memiliki jaminan dukungan suara dari arus bawah warga Surabaya. “Tidak ada alasan untuk meragukan PDIP dalam Pilkada tahun depan di Surabaya. Mereka pasti panen dukungan, karena mereka mesinnya paling solid,” kata gadis keturunan Tionghoa itu.
Sedangkan, Dhimas Anugrah dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mencuat sejak kampanye legislatif tahun 2019 lalu. Oleh banyak pengamat turut diperhitungkan sebagai kuda hitam dalam kontestasi Pilkada 2020 mendatang.
“Tim Liang Research hingga 30 Agustus lalu menemukan nama Dhimas Anugrah ada di posisi kedua dalam survei di kalangan warga Surabaya Barat dan Utara, di bawah Wisnu Sakti Buana. Di urutan ketiga ada Gus Hans, lalu disusul Eri Cahyadi, dan Armuji,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
“Mungkin itu efek dari naiknya popularitas PSI secara nasional maupun kota, buktinya mereka dapat 4 kursi di Parlemen Surabaya. Kami melihatnya warga Surabaya sudah mengidentikkan PSI dengan Dhimas Anugrah, dan sebaliknya Dhimas Anugrah adalah PSI. Cuma Mas Dhimas ini belum pernah bicara di media terkait apakah dirinya bersedia maju di Pilkada Surabaya atau tidak. Dugaan sementara kami, Mas Dhimas ini sedang jalankan misi khusus untuk menaikkan nama PSI. Semoga kami bisa dapat info lebih valid terkait ini,” ujar Natalia.
Liang research turut mencantumkan nama Gus Hans, Eri Cahyadi, dan Hendro Gunawan yang juga sering kali disebut dalam survei-survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga riset lokal dan nama-nama mereka stabil di dalam pusaran bursa calon Wali Kota Surabaya.
ADVERTISEMENT
“Gus Hans saya rasa sudah jadi ikon kerukunan antarumat beragama, beliau model iklan juga, jadi beliau ini paket komplit. Populer dan bersih. Beliau Religius, nasionalis, ganteng, dan cerdas. Pasti banyak kaum hawa yang akan bersimpati pada Gus Hans,” kata Natalia.
Ia menambahkan, “Gus Hans punya kemampuan berjejaring yang sangat luas. Dia sangat potensial memenangkan Pilkada Surabaya tahun depan.”
Sementara untuk Eri Cahyadi dan Hendro Gunawan, Natalia mengatakan bahwa Hendro memiliki modal politik dan dukungan materiil yang sama besarnya. Ini disebabkan antara lain karena Hendro punya relasi yang luas dan lintas sektor.
“Kami rasa Pak Hendro sama-sama siap dengan Cak Eri ya. Keduanya matang di birokrasi dan ahli dalam bidang penataan kota. Ini akan menjadi kompetisi yang sangat baik jika beliau berdua sama-sama maju di Pilkada Surabaya 2020,” pungkas Natalia. [ifw/suf]
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan