kumparan
4 Sep 2019 15:14 WIB

Peluang Ahok Maju di Pilwali Surabaya Tertutup

Surabaya (beritajatim.com) – Peluang Ahok untuk bisa maju di Pilwali Surabaya kini sudah tertutup total. Hal itu ditegaskan oleh Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam, Rabu (4/9/2019).
ADVERTISEMENT
“Nggak boleh secara aturan dari Gubernur ke Wali Kota atau Bupati. Begitu juga Bupati ke Wakil Bupati atau Bupati/Wali Kota pindah wilayah untuk jabatan yang sama,” tegas Anam di acara Diskusi Pakar yang digelar oleh Universitas Airlangga.
Di sisi lain, Dalam kunjungannya ke Kota Pahlawan, Senin (19/8/2019), mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama alias Ahok akhirnya buka suara terkait namanya di bursa Pilwali Surabaya. Apa katanya?
Kepada awak media, Ahok memastikan jika tidak mungkin dirinya akan diberi tugas oleh PDIP untuk maju di Pilwali Surabaya. “Tidak ada perintah untuk maju Pilkada dari partai. Bukan belum ya, tidak ada,” katanya.
Menurut Ahok, saat ini tugas yang diberikan oleh PDIP sebagai partai tempatnya bernaung adalah mengajar di sekolah politik milik partai. “Di NTT ini tugas saya akan makan waktu lama. Jadi tidak mungkin itu. Tapi, bukan berarti ini saya maju jadi Gubernur NTT juga,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
Disinggung terkait penerimaan masyarakat Surabaya yang lumayan baik soal nama Ahok di bursa Pilwali, pria yang kini lebih akrab disapa BTP itu menegaskan dirinya lebih memilih melaksanakan tugas partai. “Saya kan kader partai. Tentunya saya harus patuh dan tunduk pada tugas partai. Saya diperintahkan untuk mengajar. Jadi ya itu yang saya lakukan,” pungkas Ahok. [ifw/kun]
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan