kumparan
11 Jul 2019 9:08 WIB

Pengamat: Hebohnya Konflik PDIP Surabaya Terkait Agenda Pilwali 2020

Surabaya (beritajatim.com) – Pengamat Politik dari Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam menilai konflik antara PAC PDIP di Surabaya dengan DPP terkait penunjukan Adi Sutarwijono sebagai ketua DPC, sebenarnya tidak perlu terjadi.
ADVERTISEMENT
“Menurut saya, PAC ini mencoba menaikkan posisi tawar kepada DPP. Tetapi yang biasa terjadi, DPP sulit untuk merubah keputusan. Semakin ditekan, DPP akan semakin menolak,” tegasnya kepada wartawan, Rabu (10/7/2019).
PAC Surabaya, lanjutnya, terlalu terbebani dengan agenda Pilwali Surabaya, yang berharap agar Whisnu Sakti Buana mendapatkan rekom. Dengan digantinya Wisnu, membuat para PAC menjadi ‘galau’
Apakah PAC lebih loyal kepada Wisnu daripada Partai hingga merasa terbebani berlebihan? “Ya selama ini kita tahu, bahwa sebagian besar PAC memang loyal kepada Pak Wisnu. Dan, di mana-mana, biasanya PAC memang punya relasi khusus dengan ketua DPC. Dan, kekhawatiran itu wajar,” bebernya.
Seharusnya, langkah yang dilakukan PAC bukan terus melawan dengan cara melakukan mimbar atau bentuk yang lain. Tetapi, menunjukkan elektabilitas Whisnu Sakti Buana layak atau tidak dicalonkan di Pilwali Surabaya.
ADVERTISEMENT
“Dengan menunjukkan elektabilitas, ini baru cara yang cantik, cerdas dan elegan. Intinya kan cuma satu. Rekom,” tegasnya.
Jika PAC terus menunjukkan upaya dan bentuk perlawanan yang vulgar, justru akan menyulitkan nama Whisnu untuk mendapatkan rekom.
PDIP, lanjutnya, selalu menang dalam empat kali pilkada di Surabaya sejak reformasi. Jika tidak solid, maka bisa mempengaruhi tradisi kemenangan.
Namun, hal itu tidak bisa menjadi acuan. PDIP, masih kata Surokim, punya segudang pengalaman tradisi dalam mengatasi gejolak di partai.
“Karena kalau narasi yang dikembangkan melawan Megawati, maka semua akan tiarap dan tidak akan berani mendukung terang-terangan. Menurut saya lebih baik menempuh jalan persuasif saja PAC-PAC itu,” pungkasnya. (tok/ted)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·