• 0

PSG dan Manchester City, Serupa tapi Tak Sama

PSG dan Manchester City, Serupa tapi Tak Sama


PSG Juara Ligue 1

PSG Juara Ligue 1. (Foto: REUTERS/Charles Platiau)
Apa persamaan Manchester City dengan Paris Saint Germain (PSG)? Klub karbitan yang jago begitu dapat suntikan fulus? Atau tim yang dihuni para pemain bintang segudang? Well, sedikit menyederhanakan persoalan untuk menyebut mereka demikian.
Namun, ada benarnya juga, karena City dipimpin oleh Mansour bin Zayed Al Nahyan yang berasal dari Uni Emirat Arab, sementara PSG didukung oleh Qatar Sports Investments. Apa pun latar belakang keduanya, tak lagi penting, setidaknya untuk saat ini. City dan PSG sama-sama menngunci gelar di liganya masing-masing pada pekan 33 dengan torehan angka 87.
Bisa dibilang City 'membutuhkan' bantuan West Bromwich Albion untuk mempercepat proses penguncian gelar Premier League. Oke, mereka memang berhasil membungkam Tottenham Hotspur 3-1, akan tetapi hal itu tak akan berarti banyak apabila Jay Rodriguez tak mencetak gol ke gawang United dan pesta juara City akan kembali tertunda. Sementara itu, PSG berbeda dengan City. Tim arahan Unai Emery itu mengunci titel usai mengalahkan AS Monaco, pesaing terdekat sekaligus juara bertahan Ligue 1, dengan skor 7-1 pula.
Produktivitas memang menjadi peranti utama yang jadi andalan PSG untuk mejuarai Ligue 1. Les Parisiens juga menjadi kesebelasan pertama yang menembus angka 100 gol di lima liga top Eropa lewat torehan 103 golnya, 10 gol lebih banyak dari City. Adalah Edinson Cavani yang paling bertanggung jawab atas keberhasilan PSG lewat 25 gol yang disumbangkannya, nyaris seperempat dari gol keseluruhan timnya.
Selain dari produktivitas, PSG juga unggul dari segi pertahanan. Hanya 0,69 rata-rata gol yang bersarang ke gawang mereka, unggul tipis dari City yang menyentuh rasio kebobolan 0,75 di tiap pertandingan.


Proses penguncian gelar dan kuantitas gol, tak serta merta bisa melegitimasikan jika PSG lebih baik dari City. Keduanya beramain di liga yang berbeda, dengan tingkat kompetitif yang berbeda pula. Cuma klub sekaliber AS Monaco, Olympique Lyon, dan Olympique Marseille yang jadi penantang terkuat mereka. Tak terbantahkan juga bila ketiganya kalah dari aspek kualitas skuat.
Bandingkan dengan City yang kudu bersaing dengan tim-tim sekaliber United, Liverpool, Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Arsenal --meski dua klub yang disebut belakangan tampil melempem di musim ini.

Kendati sukses di liga masing-masing, perjalanan City dan PSG di kancah Liga Champions tidak bisa dibilang luar biasa. PSG disingkirkan Real Madrid di babak 16 besar, sementara City dibikin masuk kotak oleh Liverpool di perempat final.
Sampai musim ini, Liga Champions masih menjadi satu turnamen yang bikin City dan PSG penasaran. Jika negara sendiri sudah berhasil mereka tundukkan, kapan keduanya bisa menundukkan Eropa?

Sepak BolaSportsManchester CityParis Saint-Germain

presentation
500

Baca Lainnya