IHSG Diproyeksi Melanjutkan Pelemahan ke Level 5.100
·waktu baca 2 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali terkoreksi pada Selasa (9/6). IHSG berakhir di zona merah dengan ditutup anjlok 252,6 poin atau 4,52 persen ke 5.342,13 pada penutupan perdagangan Senin (8/6).
Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada Selasa (9/6). Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mencatat IHSG telah ditutup di bawah level MA200 bulanan, sehingga peluang penurunan lebih lanjut masih terbuka.
“Selanjutnya diperkirakan IHSG berpotensi akan menguji level support di 5.100,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Selasa (9/6).
Di sisi lain, cadangan devisa Indonesia pada Mei 2026 tercatat turun menjadi USD 144,9 miliar dari USD 146,2 miliar pada April 2026. Posisi tersebut merupakan yang terendah sejak Juni 2024. Penurunan cadangan devisa terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Rupiah pun berlanjut ditutup melemah 0,84 persen di level Rp 18,188 per dolar AS pada Senin (8/6),” lanjut Phintraco Sekuritas.
Meski demikian, posisi cadangan devisa tersebut masih dinilai memadai karena setara dengan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, lebih tinggi dibanding standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
“Penurunan cadangan devisa yang terus menerus dapat menurunkan kepercayaan investor dan lembaga rating. Untuk itu, pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan investor pasar keuangan, mendorong ekspor, mengurangi impor, serta menarik investasi asing,” tulis Phintraco.
Phintraco Sekuritas juga menilai industri sepeda motor masih menghadapi tantangan dari potensi kenaikan suku bunga pembiayaan yang dapat memengaruhi permintaan ke depan.
Phintraco Sekuritas pun merekomendasikan saham ADMR, SILO, BRMS, dan MBMA untuk diperhatikan sepanjang hari ini.
Kemudian, analis MNC Sekuritas menilai penurunan IHSG pada Senin (8/6) masih didominasi oleh tekanan jual, sehingga celah IHSG sudah tertutup.
Analis MNC Sekuritas menyatakan saat ini posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5.
“Cermati 5,184-5,282 sebagai area koreksi berikutnya,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Adapun analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham ASII, BULL, JPFA, dan NICL untuk diperhatikan sepanjang Selasa (9/6).
—
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu
