Pencarian populer
Sugeng Bahagijo, Direktur INFID dan Aktivis Kemanusiaan; Belajar dari Pengalaman, Mendampingi Orang Pinggiran


Reporter: Parto Sasmito blokBojonegoro.com - Keinginan membangun Indonesia sudah mantap dilakukan Sugeng Bahagijo, jauh sudah ditunjukkan melalui aktivitas pergerakannya. Kang Sugeng, siap mengawal kebijakan karena sudah berpengalaman teori dan pengalaman. Pria kelahiran Tuban, 4 April 1967, disebut seorang pribadi dengan karaktek kebapakkan yang tidak segan bekerja dengan siapa saja yang memiliki tujuan baik dan maju. Sebagai mahasiswa filsafat, dia mengaku seringkali menggali kebijaksanaan dari realitas kehidupan sehari-hari. Proses menjadi mahasiswa filsafat, membuat buah pemikirannya untuk memajukan bangsanya, kotanya, memajukan kebaikan dan kesejahteraan umum yang menjadi salah satu tujuan kebajikan hidup bernegara terus menggelora. Sehingga pondasi kokoh pikiran dan niatnya ditempa lebih matang dalam dinamika pekerjaanya sebagai pekerja sosial, memulai dari derajat paling bawah sampai sekarang menjadi Direktur lembaga non profit (NGO) yang telah malang melintang bekerja untuk reformasi Indonesia dan perbaikan tata kelola negara sejak reformasi. "Saya belajar dan terus belajar hingga jauh, belajar dari masyarakatnya, orang-orang terpinggirkan yang saya dampingi, belajar kepada kolega dan jaringan di Indonesia mau pun diluar negeri," ungkap aktivis yang pernah mencicipi pengetahuan IDS-SUSSEX UNIVERSITY (Inggris) pada tahun 2004 sampai UCL LOUVAIN LA NEUVE (Belgia) tahun 2008 itu. Kang Sugeng, yang juga lulusan SMP Negeri 1 Filial Tuban 1980-1983 dan SMA Negeri 1 Tuban 1983-1986 itu sekarang telah menjelma menjadi pribadi yang mengisi forum-forum nasional bersama Menteri kebinet, DPR hingga Presiden. Ia mampu memberi masukan dan pertimbangan, memberi konsultasi perbaikan dan menyorongkan wacana kemajuan. Bahkan mendorong strategi pengentasan kemiskinan dan perbaikan tata kelola birokrasi. Ia juga bicara dari desa-desa, kota sampai forum global atas nama Indonesia. Bahkan Zumrotin K Soesilo, anggota Komnas HAM periode 2002-2007 dan salah satu Pendiri INFID (International NGO Forum on Indonesian Development), lembaga yang kini dipimpin Sugeng Bahagijo, menyebut Sugeng sebagai pribadi pekerja keras, detail dan konsisten. "Sugeng Bahagio yang saya kenal pekerja keras, memahami substansi dengan baik serta mempunyai kemampuan komikasi dan lobby yang sangat kuat. Hal ini menjadikan INFID yang pernah meredup bangkit kembali, bahkan menjadi organisasi yang cukup diperhitungkan oleh lembaga-lembaga Internasional maupun pemerintah," tutur Zumrotin. Bisa apa Kang Sugeng Bahagijo ? Pengalamannya yang tak bisa dibilang sebentar dalam pergaulan lokal, nasional maupun global dalam bidang dan isu kesejahteraan sosial telah menempa dan memberinya kemampuan berpikir dan bertindak matang dalam memberikan masukan, menyusun rencana dan implementasi hingga kerja lapangan dalam mendorongkan kesejahteraan masyarakat baik isu pendidikan, kesehatan, kemiskinan hingga masalah Hak Asasi Manusia (HAM). Ia adalah pakar dalam analisa dan evaluasi kebijakan pembangunan: ketimpangan, kemiskinan, dan ketenagakerjaan dan hak asasi manusia. Evaluasi proyek proyek pembangunan, kebijakan Ketenagakerjaan, kebijakan sosial, jaminan sosial dan program kesejahteraan manajemen lembaga nonprofit. Dari mana Kang Sugeng memiliki kemampuan dan kepakaran itu ? Kang Sugeng Bahagijo mendapat pengalaman hingga kepakaran tersebut bukan instan, jejak langkah dan riwayat kerjanya membentuk dan menyusun kemampuan itu dalam dirinya. Kang Sugeng Bahagijo tercatat menjadi Anggota Komite Pelatihan Vokasi Nasional (KPVN), SK Menaker RI : anggora Dewan Pengupahan Nasional (Depenas), SK Presiden RI : anggota panitia Pengarah Open Government Indonesia, SK Menteri Bappenas Direktur INFID (International NGO Forum on Indonesian Development) sejak 2012 hingga sekarang: Direktur Sekolah Demokrasi (KID). 2010-2011: Wakil Direktur Prakarsa, 2005-2009 Kemenko Kesra -Penasihat, Kebijakan strategi Penanggulangan Kemiskinan di Kemenko Kesra, 2005: Bappenas-Tenaga Ahli Strategi Penanggulangan Kemiskinan, 2004: Konsultan Lembaga Internasional: GIZ. Oxfam, NDI-World Bank, NIMD: Human Rights Watch-HRW New York. Peneliti Magang, HRW 1996 - 1997 dan sederet pengalaman kerja lain yang berlaku melebihi jam formalnya. Sehingga masyarakat Bojonegoro-Tuban, jangan ragu menghubungi dan berkomunikasi dengan pemuda teman kita bersama, dengan anak dari Tuban, dengan Bapak dan sahabat, dengan seorang yang ingin mengabdi bagi Bojonegoro-Tuban melalui legislatif sebagai wakil kita bersama. Untuk itu Kang Sugeng Bahagijo menunggu anda untuk datang berkomunikasi dan bekerja bersama memajukan Bojonegoro-Tuban. Dia adalah teman, kakak, bapak, saudara, yang siap kapan saja mendengarkan dan bersama mencari jalan lapang perbaikan dan kemajuan. [ito/lis] link berita : http://blokbojonegoro.com/2019/01/11/belajar-dari-pengalaman-mendampingi-orang-pinggiran/
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: