kumparan
search-gray
Entertainment26 Mei 2020 14:18

Kereta Kencana di Yogyakarta

Konten kiriman user
Kereta Kencana di Yogyakarta (870871)
Ilustrasi kereta kuda. Dok: Wikimedia commons.
Yuk..kita jalan-jalan ke Jogja..
Gw punya tiga sahabat, namanya Rai, Ali, dan Deddy. Kami memulai pertemanan sejak kecil, jadi banyak hal yang sudah dialami bersama, ada yang menyenangkan, banyak juga yang menyedihkan.
ADVERTISEMENT
Dan tentu saja, kami juga banyak mengalami kejadian2 mistis yang cukup menyeramkan. Kali ini gw akan cerita pengalaman yang kami alami di salah satu hotel di Jogja, terjadi pada suatu hari di akhir tahun 2007, dalam perjalanan darat ke Bali.
Perjalanan antara Cilegon-Bali yang cukup panjang memaksa kami untuk beristirahat di Jogja. Pada awalnya, gak ada rencana untuk bermalam di kota itu. Tapi ada informasi yang mengatakan bahwa jalan darat di antara Jateng dan Jatim sedang rawan rampok, kami gak mau ambil risiko dan ambil keputusan untuk menginap di Jogja satu malam,
Dan lanjut perjalanan esok paginya..
~~~
Berempat memang punya hobi yang sama, semuanya sangat menyukai perjalanan jauh, road trip mungkin istilahnya.
ADVERTISEMENT
Apalagi kalau menuju tempat yang belum pernah dikunjungi, tempat yang asing. Menemukan suasana baru, lingkungan baru, pengalaman baru..
Seru.. Banyak pengalaman yang sangat menarik untuk diceritakan, tapi gak akan malam ini, kapan2 gw pasti cerita...:)
===
Singkat cerita, sekitar jam 10 malam kami sampai di Jogja.
Awalnya sempat berniat untuk numpang menginap di rumah salah satu teman SMU, tapi ternyata yang bersangkutan gak bisa dihubungi.
Akhirnya kami memutuskan untuk mencari hotel aja.. Waktu itu kebetulan sedang memasuki musim liburan akhir tahun, jadi agak susah untuk mendapatkan hotel..
Ada yang agak aneh, gw merasa malam itu "suasana" Jogja sedang gak enak, entah kenapa. Ditambah, dengan kenyataan bahwa kami cukup kesulitan mendapatkan hotel.
ADVERTISEMENT
Mungkin juga sudah lelah, setelah menempuh perjalanan belasan jam..
Entahlah..
Sudah beberapa kali kami menemukan hotel yang available dan sesuai dengan budget. Tapi karna suasananya kurang enak dan menyeramkan, akhirnya gak kami ambil.
Iya..hotelnya seram, nanti kapan2 gw cerita detail setiap hotelnya..
~~
Setelah cukup lama berputar2, sekitar jam 12 malam kami menemukan hotel yang letaknya pinggir kota Jogja, bukan di jalan utama lintas Jawa,
Hotel yang gw masih ingat namanya sampai saat ini. Tapi yang gw tahu, sekarang sudah di renovasi, bentuk bangunannya berubah total. Kalau diperhatikan dari luar, hotel itu terlihat cukup besar, walaupun bukan bangunan bertingkat.
Hanya memiliki satu jalan masuk, yaitu melalui pintu di depan lobby.
ADVERTISEMENT
Dan yang sudah jelas terlihat dari luar, bangunan hotel terlihat sudah cukup tua..
Kami parkir di halaman yang cukup luas, pagar putih mengelilingi bangunan dengan pintu besi hitam sebagai gerbang utama.
Terlihat ada dua pohon besar di sisi kanan dan kiri. Pencahayaan sangat kurang, membuat suasana terlihat sedikit kelam. Karena badan sudah lelah dan mengantuk, dengan agak sedikit terpaksa, akhirnya kami ambil keputusan untuk menginap di hotel itu..
==
Setelah selesai urusan administrasi di lobby, kami berjalan menuju kamar.
Benar dugaan gw, bangunan hotel adalah bangunan tua dengan arsitektur Belanda. Langit-langit yang cukup tinggi, tembok tebal bercat putih, ditambah dengan dengan perabotan antik menghiasi di setiap sudut ruangan.
Walaupun sudah cukup larut, pegawai hotel yang terlihat hanya segelintir itu tetap melayani kami dengan ramah.
ADVERTISEMENT
Agak mengherankan, karena sebelumnya beberapa kali kami mampir di hotel yang penuh pengunjungnya, tapi hotel ini terlihat sepi, masih banyak kamar yang kosong..
Lokasi kamar yang akan kami tempati terletak sekitar 50 meter dari lobby, cukup jauh, karena memang berada pada paling ujung bangunan.
Posisi hampir seluruh kamarnya terlihat melingkar mengelilingi sebuah taman.
Taman terbuka yang cukup luas..
Yang cukup menarik perhatian, ada pohon besar dan rindang di tengah taman.
Entahlah itu pohon apa, karna pencahayaan yang kurang gw jadi gak bisa melihat dengan jelas. Di bawahnya ada beberapa bangku taman..
Lorong yang kami lalui hanya dibantu dengan penerangan seadanya. Lantainya berlapis porselen tipe zaman dulu. Sepanjang jalan, tiang2 kayu berbentuk persegi menyangga atap yang menjadi satu kesatuan.
ADVERTISEMENT
Beberapa saat kemudian kami pun sampai..
Kamar yang cukup besar, dengan dua tempat tidur kayu di dalamnya. Cukup untuk kami tidur berempat.
Posisi kamar persis menghadap ke taman tadi..
Di dalam kamar, kami sempat berbincang seru, sebelum akhirnya lelah dan kantuk memaksa untuk tidur.
Sialnya, gw malah masih segar, gak ngantuk sedikitpun, mungkin karena meminum dua gelas kopi dalam perjalanan sebelumnya.
Sedangkan Rai, Ali, dan Deddy sudah pada posisi tidurnya masing2.
Seperti yang gw ceritakan di awal tadi, suasana Jogja malam itu terasa gak enak, gak tahu kenapa..
Ketika kami sudah berada di dalam kamar pun keadaan tetap sama, suasananya gak enak, agak mencekam..
Perasaan gw mengatakan demikian..
ADVERTISEMENT
Ditambah juga, dari awal masuk tadi, gak terlihat ada tamu hotel lain yang lalu lalang, sepertinya hanya kami yang menginap pada malam itu.
Atau mungkin sudah larut malam?
Jam sudah menunjukkan pukul satu malam, ketika gw lihat Ali dan Deddy sudah terlelap dalam tidurnya. Sedangkan gw masih terjaga, dan dengan sengaja memaksa Rai yang sudah terlihat mengantuk untuk menemani ngobrol.
Ditengah2 perbincangan, tiba-tiba suasana menjadi tambah hening..
Sangat senyap.. Gak ada suara sama sekali..
Dead silence..
Perasaan gw mengatakan kalau sebentar lagi ada sesuatu yang akan terjadi..
Dan benar saja, gak lama kemudian gw dan Rai mendengar sesuatu..
Kami mendengar suara yang bersumber dari luar kamar..
Awalnya gw dan Rai gak tahu itu suara apa, kami hanya saling berpandangan heran.
ADVERTISEMENT
Beberapa saat kemudian gw bilang,
"Itu kok kaya suara kereta kuda Rai.."
Rai gak membantah, karna memang terdengar seperti suara kereta kuda yang tengah berjalan di lorong depan kamar..
Suaranya semakin lama semakin jelas, terdengar seperti berjalan dari seberang taman dan mengarah mendekati kamar. Rai sempat berniat untuk membuka tirai dan melihat ke luar. Tapi gw mencegahnya, dan menyarankan agar tetap diam di dalam kamar, dan menunggu.
Gw merinding, suara kereta kuda terdengar jelas..
Suasana benar-benar mencekam..
Oh iya, secara logika, kereta kuda gak mungkin bisa masuk ke dalam lingkungan hotel. Karena pintu masuk hotel hanya bisa dilewati oleh manusia, kendaraan apa pun gak akan bisa lewat, karena pintunya kecil.
ADVERTISEMENT
Trus kata tiba-tiba ada kereta kuda melintas di depan kamar?
==
Terdengar dari suaranya, kereta kuda sudah tepat berada di depan kamar, dan berhenti.
Refleks, gw langsung mematikan lampu..
Suasana kembali hening, tapi suara napas dan ringkihan kuda terdengar jelas..
Mencekam, karna gw dan Rai yakin kalau itu bukan kereta kuda biasa..
Dari tirai jendela kamar, terlihat bayangan yang berbentuk siluet dua kepala kuda bergerak-gerak yang sedang berdiri di luar.
Gw dan Rai hanya terdiam gak berani berucap apa2, sebisa mungkin gak menghasilkan suara apa pun..
Benar-benar mencekam..
Tapi, sekitar 20-30 detik kemudian, kereta kuda itu terlihat mulai berjalan lagi..
Berjalan pelan menjauhi kamar, kemudian suaranya terdengar menjauh..
Semakin menjauh, sampai benar-benar menghilang dan gak terdengar lagi..
ADVERTISEMENT
==
Suasana kembali menjadi hening.. Ternyata cerita belum selesai..
Kami berdua sempat membahasnya sebentar sambil berbisik..
Setelah itu Rai ngantuk berat, dan gak lama kemudian terlihat terlelap.
Sementara gw masih belum ngantuk juga..
Sudah pukul setengah dua, dan dikeheningan malam itu gw hanya bisa melamun gak jelas, menunggu kantuk yang gak kunjung datang.
Perasaan mengatakan kalau sesuatu akan terjadi sekali lagi. Suasana menjadi semakin gak enak..
Dan benar.. Dalam posisi rebahan telentang di atas tempat tidur, gw melihat pintu kamar yang letaknya ada di sisi kiri tiba2 terbuka dengan sendirinya..
Terbuka perlahan..
Kaget gw melihatnya..
Tambah kaget lagi setelah pintu kamar benar2 terbuka..
Gw melihat seorang ibu setengah baya yang sedang berdiri diam tepat di depan pintu, menghadap ke dalam kamar.
ADVERTISEMENT
Ibu itu berkebaya khas jawa, lengkap dengan kain dan sanggulnya..
Gw gak bisa berbuat apa2 saat itu, badan kaku dan gak bisa bicara sama sekali, seperti terhipnotis..
Jantung semakin berdegup kencang gak karuan, ketika tiba2 dia menolehkan wajahnya ke arah gw dan tersenyum..
Dalam ketakutan yang amat sangat, gw masih bisa tersenyum balik..
Jarak kami berdua hanya sekitar empat meter..
Beberapa detik kemudian, beliau mulai berjalan secara perlahan masuk ke dalam kamar.
Langkahnya seperti melayang...
Dan benar, gw melihat kakinya gak menyentuh lantai..
Berjalan ke arah toilet yang letaknya ada di sisi kanan..
Ketika ibu itu berjalan menuju toilet, gw hanya bisa memperhatikan, gak berani berbuat apa pun. Itu salah satu 10-15 detik terlama yang pernah gw alami..
ADVERTISEMENT
Dia berjalan pelan..
Dan menembus pintu toilet yang dalam keadaan tertutup, kemudian gak terlihat lagi..
Hilang..
===
Pagi harinya, gw terbangun karena mendengar suara teman2 yang sedang berbincang seru di teras kamar, gw langsung beranjak dari tempat tidur dan bergabung bersama mereka.
Gw gak langsung cerita tentang kejadian semalam, tapi gw bertanya sesuatu kepada mereka..
"Pintu kamar dalam posisi terkunci gak sih tadi pagi sewaktu kalian bangun tidur?"
Kompak mereka menjawab,
Iya..pintu dalam keadaan terkunci..
===
Kami check out pagi itu juga..
Ketika sedang berjalan keluar hotel dan melewati lobby, mata gw tertuju kepada lukisan besar yang terpampang pada dinding.
Lukisan seorang Ibu berkebaya khas jawa, lengkap dengan kain dan sanggulnya..
ADVERTISEMENT
Perawakannya sangat mirip dengan ibu yang semalam gw lihat masuk ke dalam kamar..
Gw langsung bertanya perihal lukisan itu ke mbak resepsionis,
"Itu siapa ya mbak?" Tanya gw sambil menunjuk ke arah lukisan,
"Oh..., itu pemilik dan pendiri hotel ini mas, sudah meninggal sekitar tahun 80an, pastinya saya kurang tahu," jawab mbak itu menjelaskan..
===
Lalu kami melanjutkan perjalanan menuju Bali.
Dalam perjalanan itu, kami menemui beberapa kejadian yang aneh dan cukup menyeramkan. Nanti kapan2 gw cerita..:)
Sekian dulu cerita kali ini,
Salam
~Brii~
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white