Pencarian populer
USER STORY
16 Agustus 2019 16:16 WIB
1
0

Taman Bunga Keabadian Alun-alun Surya Kencana

Saya menyusuri jalan setapak. Membawa tas berat dan sekotak angan yang bersemayam dalam pikiran. Bila langkah kecil ini lelah, maka alam sadar tetap memaksaku untuk terus berjalan.

Karena barangkali dengan karya, hidup kita abadi walau jasad kita telah mati.

Proses menuju Surya Kencana.
Pagi di pegunungan selalu menyenangkan. Walau kadang dinginnya cuaca sampai menusuk tulang. Hari itu, dari Jakarta, kita bertolak ke Gunung Putri, basecamp pendakian Gunung Gede. Untuk sekadar bercengkerama dengan alam. Berbagi tawa, sembari datang menyapa bunga keabadian.
Edelweiss.
Bukan rahasia umum, bunga keabadian atau Edelweiss hanya tumbuh di ketinggian 1.800-3.000 meter di atas permukaan laut. Meski sekarang banyak budi daya bunga tersebut, namun melihatnya tumbuh langsung di alam liar adalah kepuasan tersendiri. Menggapainya pun tidak mudah, dibutuhkan bahan bakar tekad untuk dikonversi menjadi tujuan yang pasti.
Rute perjalanan.
Nama taman bunga keabadian itu adalah Alun-alun Surya Kencana. Tanah datar yang begitu luas dengan hamparan bunga Edelweiss yang indah.
ADVERTISEMENT
Bukan sekadar niat yang harus dipupuk untuk menuju ke sana. Persiapan matang, menjaga fisik, dan perlengkapan yang cukup harus dipikirkan. Percayalah, tak ada yang pernah mengkhianati hasil karena sejatinya lelahmu mendaki akan dibayar dengan harga keindahan yang tiada habisnya.
Bunga Edelweiss.
Butuh waktu sekitar 8-9 jam perjalanan menuju Alun-alun Surya Kencana, melewati hutan tropis yang teduh. Beda seperti zaman dahulu, kegiatan hiking pun kini tampak sangat menyenangkan, dengan ramainya orang yang datang.
Konon katanya, setiap akhir pekan ada 200-300 orang yang mengunjungi Gunung Gede. Jangan khawatir untuk tersesat, jangan takut untuk kelaparan. Bahkan di setiap pos pendakian pun kini ada orang berjualan.
Salam ketinggian dariAlun-alun Surya Kencana.
Di perjalan menuju Alun-alun Surya Kencana sendiri terdapat 5 pos pendakian. Setiap pos bisa digunakan untuk beristirahat. Pos pertama adalah Legok Leunca, setelahnya jalur Buntut Lutung, kemudian Lawan Sekateng, Simpang Maleber, baru kemudian Alun-alun Surya Kencana.
ADVERTISEMENT
Masuk Alun-alun Surya Kencana, kenikmatan pendakian mulai terasa. Tanah yang lebar dengan taman Edelweiss memenuhi tiap sudutnya. Tempat melepas lelah setelah melewati jalur menanjak tiada habisnya.
Jika beruntung, engkau pun akan menikmati bagaimana lautan awan menjadi pemandangan yang begitu megah. Buah manis dari lelahnya perjalanan pendakian.
Pemandangan Alun-alun Surya kencana dengan bunga Edelweiss.
Beberapa orang di Alun-alun Surya Kencana sibuk menyapa Edelweiss. Ada yang memberikan salam lewat foto, video, atau sekadar menikmatinya dengan cara memandang dengan seksama.
Cerita tentang bunga Edelweiss beberapa tahun ini juga sudah sangat bagus. Media sosial menjadi kontrol yang baik. Sudah jarang ditemui orang yang memetik bunga keabadian ini. Pesan “Jangan ambil apapun kecuali gambar, jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki, dan jangan bunuh apapun kecuali waktu!” benar-benar tersimpan dalam sanubari. Karena memang siapa lagi yang menjaga alam kalau bukan kita.
Bunga keabadian.
Bunga keabadian.
Edelweiss sendiri mempunyai nama latin Leontopodium alpinum. Penyebutan bunga keabadian ini didapat karena dalam bunga ini terkandung hormon etilen, yang membuat bunga dari Edelweiss ini tidak mudah gugur. Selain itu, bunga Edelweiss ini juga dilindungi oleh Undang-Undang No. 5 Tahun 1990, mengenai Konversi Sumber Daya Hayati Ekosistem Pasal 33 Ayat 1.
ADVERTISEMENT
Edelweiss di Indonesia punya nama latin yang berbeda. Penyebutannya adalah Anaphalis javanica atau dengan sebutan Edelweiss Jawa. Alun-alun Surya Kencana merupakan salah satu taman yang menyajikan banyak bunga keabadian ini.
Edelweis Jawa
Gunung gede.
View Puncak.
Foto background taman Bunga Edelweiss.
Saat malam datang, Alun-alun Surya Kencana menjadi tempat yang begitu indah. Lautan bintang tersaji dengan terang. Seolah mengucapkan selamat datang dan obat lelah untuk kalian yang telah berjuang.
Indahnya bintang itupun membuat kalian rasanya bersyukur. Bagaimana setiap langkah ternyata selalu memberikan cerita. Dalam sayup-sayup malam, ada rasa syukur dalam hati. Akhirnya saya sampai di sini, menyapa bunga keabadian di Taman Surya Kencana yang memesona.
Salam dari taburan Bintang.
Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86