kumparan
7 Jul 2018 21:30 WIB

Wamena Masih Rusuh, Massa Rusak Rumah Wabup Jayawijaya

Sejumlah kaca di kediaman Wakil Bupati Jayawijaya pecah dilempari batu oleh massa. (ist)
ADVERTISEMENT
Wamena, BUMIPAPUA. COM – Sebanyak 700 personel polisi masih bersiaga di sejumlah ruas jalan Kota Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, pasca-aksi ricuh rapat pleno penghitungan suara Pilgub Papua di Kantor DPRD Jayawijaya, Sabtu (7/7).
Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba, menyebut pleno penghitungan suara belum dapat dilanjutkan kembali karena kondisi keamanan belum kondusif. Pasca-ricuh pada rapat pleno, kotak suara sudah kembali diamankan di Kantor KPU setempat dan tersegel.
“Aparat masih siaga dengan kekuatan penuh. Belum ada permintaan pasukan. Saya harap dengan pasukan yang ada saat ini masih bisa dikendalikan,” kata Reba, Sabtu (7/7).
Dalam aksinya, sekitar 500 massa pendukung pasangan Calon Gubernur Papua John Wempi Wetipo nyaris merusak Kantor KPU setempat. Aksi ini pun dibubarkan oleh aparat keamanan.
ADVERTISEMENT
Tidak sampai di situ, massa melanjutkan perjalanan ke rumah Wakil Bupati Jayawijaya, Jhon Banua, dan melempari rumah itu dengan batu. Akibatnya, sejumlah kaca rumah Jhon Banua pecah.
“Saat massa meringsek masuk ke kediaman, anggota di lapangan langsung mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Saat ini kondisi kondusif, massa sudah bubar,” jelas Reba.
Kepolisian, kata dia, akan menambah jumlah personel untuk menjaga rumah Wakil Bupati Jayawijaya itu pada malam ini. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan polisi tidak menangkap massa dalam aksi itu.
“Indikasi massa marah kepada wakil bupati, kemungkinan ada dugaan dari massa bahwa Pak Wakil Bupati tak membantu suksesnya Pak Wetipo jadi Gubernur Papua,” ujar Reba.
ADVERTISEMENT
Hingga berita ini dinaikkan, situasi Kota Wamena masih mencekam. Warga setempat tak berani keluar rumah. (Stefanus)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan