74 Satwa Liar Asli Papua Dilepasliarkan di Pegunungan Cycloop Jayapura

Konten Media Partner
3 Agustus 2022 18:28
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Satwa endemik Papua yang dilepasliarkan di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. (Foto BBKSDA Papua)
zoom-in-whitePerbesar
Satwa endemik Papua yang dilepasliarkan di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. (Foto BBKSDA Papua)
ADVERTISEMENT
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melepasliarkan 74 satwa asli Papua ke habitatnya di sekitar Kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop atau tepatnya di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.
ADVERTISEMENT
Satwa yang dilepasliarkan terdiri atas 3 ekor kakatua raja (Probosciger aterrimus), 2 ekor kakatua koki (Cacatua galerita), 13 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory). Lalu, 2 ekor cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor), 6 ekor nuri bayan (Eclectus roratus), 8 ekor nuri cokelat (Chalcopsitta duivenbodei).
“Satwa-satwa tersebut merupakan bukti titip rawat satwa dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Papua,” kata Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, Lusiana Dyah Ratnawati, Rabu (3/8/2022).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Satwa endemik Papua yang dilepasliarkan di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. (Foto BBKSDA Papua)
zoom-in-whitePerbesar
Satwa endemik Papua yang dilepasliarkan di Kampung Asei Kecil, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. (Foto BBKSDA Papua)
Hewan lainnya yang dilepasliarkan yakni 2 ekor biawak hijau (Varanus prasinus), 2 ekor biawak ekor biru (Varanus doreanus), 19 ekor kadal panana/kadal lidah biru (Tiliqua scincoides), 3 ekor boa pohon papua (Candoia carinata), dan 14 ekor sanca hijau (Morelia viridis), merupakan satwa-satwa translokasi dari BBKSDA Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
“Semua satwa telah menjalani masa habituasi di kandang transit satwa Buper Waena dan dinyatakan dalam kondisi sehat dan berperilaku alami, sehingga siap dipulangkan ke habitat alaminya,” katanya.
BBKSDA Papua mengimbau semua pihak untuk menghentikan perburuan dan perdagangan satwa liar asli Papua.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020