kumparan
13 Maret 2019 19:50

9 Kilogram Gelembung Ikan Batal Diselundupkan Lewat Perbatasan Papua

Penyelundupan gelembung ikan di perbatasan Papua dan Papua Nugini. 9Dok: Kodam Cenderawasih)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM – Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH berhasil menggagalkan penyelundupan gelembung ikan Kakap Cina seberat 9 kg di wilayah perbatasan Papua dan Papua Nugini.
ADVERTISEMENT
Gelembung ikan yang dibawa LAM, 36 tahun warga Koya Timur, Kota Jayapura tak dilengkapi dengan dokumen lengkap.
Dansatgas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari mengatakan penyelundupan barang terlarang banyak dilakukan lewat jalan tikus di wilayah perbatasan. Namun, penyelundupan gelembung ikan baru pertama kali didapat oleh satuannya.
“Penangkapan LAM dilakukan saat personel kami melaksanakan razia di jalur tikus. Saat itu LAM dicurigai membawa barang yang disimpan dalam karung besar. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata isi dalam karung gelembung Ikan Kakap Cina kering seberat 9 kg tanpa dokumen, kata Mayor Erwin, Rabu (13/3).
Kata Erwin, gelembung ikan memiliki nilai jual yang menggiurkan. Sejak tahun 2000, permintaan gelembung ikan meningkat dan membuat masyarakat ikut menjual dengan harga yang tinggi.
ADVERTISEMENT
“Gelembung ikan yang paling banyak diburu adalah jenis ikan Kakap Cina dan Ikan Gulama, sebab gelembung kedua ikan ini memiliki harga lebih mahal dibandingkan jenis ikan lainnya,” ujarnya.
Mayor Erwin menambahkan, saat ini harga gelembung ikan Kakap Cina betina bisa tembus Rp1 juta hingga Rp18 juta per kilogram, jika beratnya diatas 200 gram. Sedangkan harga gelembung untuk Kakap Cina jantan harganya mencapai Rp 11 juta hingga Rp 28 juta per kilogram.
Gelembung ikan dapat diolah menjadi makanan, sumber kolagen, lem tahan air, hingga alat pemurni minuman alkohol. “Gelembung ikan juga biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuat benang operasi,” katanya. (Katharina)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan