News
·
3 Agustus 2021 17:42
·
waktu baca 2 menit

Alasan Keluarga Korban Penembakan Bakar Polsek Nimboran Jayapura

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Alasan Keluarga Korban Penembakan Bakar Polsek Nimboran Jayapura (176718)
searchPerbesar
Mapolsek Nimbran Jayapura yang dibakar sekelompok warga. (Bumipapua.com/Katharina)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Keluarga korban penembakan di Nimboran, Kabupaten Jayapura, Maria Yewi dalam pertemuannya dengan Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri menceritakan awal mula keluarganya membakar Polsek Nimboran.
ADVERTISEMENT
Menurutnya pembakaran Polsek Nimboran dilakukan pasca penembakan korban Fredrik Sem. Pasca kejadian, keluarga korban mendatangi polsek untuk melaporkan kejadian penembakan yang dilakukan oknum polisi terhadap adiknya. Namun saat berada di mapolsek, tak ada satupun anggota yang berada di polsek.
"Saat kami ingin menyampaikan pengaduan soal penembakan, ternyata tidak ada anggota di kantor polisi. Kami mau mengadu sama siapa? Akhirnya dengan kekecewaan itu, maka kantor polisi dibakar," jelasnya, Selasa (3/8).
Maria membantah korban tidak pernah melakukan penyerangan terhadap oknum polisi yang menembak korban Fredrik Sem.
"Adik saya, Frederik Sem tidak pernah menyerang polisi seperti yang diberitakan media bahwa menyerang polisi menggunakan linggis. Kami juga ingin sampaikan bahwa tak ada penembakan peringatan, tapi tembak langsung menggunakan peluru tajam, kenapa bukan peluru karet? Adik kami bukan penjahat yang harus ditembak menggunakan peluru tajam," katanya.
ADVERTISEMENT
Untuk itu, mewakili keluarga, ia meminta agar kasus ini dilihat secara baik karena ada sebab-akibat.
" Mewakili keluarga, kami menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini. Semua ini terjadi karena ada sebab akibat," pintanya.
Sementara itu, Kapolres Jayapura, AKBP Frederickus Maclarimboen membantah pernyataan tersebut. Kapolres menegaskan bahwa anggotanya terpaksa melepas tembakan karena diserang oleh korban menggunakan alat tajam.
“Saya kembali sampaikan bahwa anggota saya melepas tembakan karena ada upaya korban untuk menyerang anggota yang saat itu ingin membubarkan pemalakan. Bahkan ada ancaman dari korban yang ingin membunuh anggota,” tegas kapolres.
Kapolres juga menyampaikan bahwa anggotanya tidak menggunakan peluru tajam untuk menembak korban.
“Jika anggota kami menggunakan peluru tajam dan mengenai kepala korban, pasti korban tidak selamat. Tapi saat kejadian, anggota kami menggunakan peluru karet. Keduanya juga masih memiliki hubungan kekerabatan,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
Sehari sebelumnya Mapolsek Nimboran Jayapura dibakar sekelompok warga. Pembakaran dipicu kasus tertembaknya warga yang saat itu dibubarkan polisi karena melakukan pemalakan sambil dipengaruhi minuman keras.
Akibat pembakaran itu, satu senjata api dan 10 motor ikut dibakar di Polsek Nimboran.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020