kumparan
5 Des 2018 14:48 WIB

Aparat Gabungan Tempati 5 Pos dari Distrik Mbua hingga Mapenduma

Pasukan tambahan TNI yang ditempakan di Nduga. (BumiPapua.com/Stefanus)
Wamena, BUMIPAPUA.COM – Hingga sore ini, aparat keamanan belum dapat masuk ke Distrik Yall, Kabupaten Nduga, tempat pembunuhan puluhan pekerja PT Istaka Karya oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).
ADVERTISEMENT
Danrem 172/PWY, Kolonel Inf Binsar Sianipar, mengatakan bahwa sepanjang perjalanan dari Distrik Mbua ke Yall, pasukan terus diganggu kelompok KKB. “Kita berupaya semaksimal mungkin untuk evakuasi bisa berjalan dengan baik, tetapi sampai dengan sore ini kita masih terus dapat gangguan dari kelompok itu. Mudah-mudahan rekan kita di depan bisa mengatasi itu segera,” jelas Binsar, Rabu (5/12).
Kata Binsar, tim aparat gabungan yang saat ini sudah tersebar di Mbua dan sekitarnya akan mengisi lima pos gabungan, mulai dari Mbua hingga Mapenduma. Penempatan personel diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah setempat.
“Sebenarnya sudah dapat dilakukan sebelumnya, tapi karena ada kejadian ini maka diharapkan semua titik bisa kita tempatkan personel,” jelasnya.
Hingga kini, Binsar belum juga dapat memastikan jumlah pekerja PT Istaka Karya yang tewas. Namun, dari hasil perbincangan dengan saksi mata yang selamat, disebutkan ada 17 korban tewas. “Kami belum berani berikan rilis karena belum kita temukan jasadnya langsung,” kata Binsar.
ADVERTISEMENT
Binsar menambahkan, kendala dalam evakuasi adalah faktor cuaca yang cepat berubah dan medan yang sulit ditempuh. Walaupun sudah ada tim yang berada di sekitar lokasi kejadian, tetapi tim yang disiapkan untuk proses evakuasi belum bisa mendekat ke sana. (Stefanus)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan