News
·
14 April 2021 12:05

Bibit Siklon Tropis 94W Sebabkan Gelombang Laut hingga 6 Meter di Papua

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Bibit Siklon Tropis 94W Sebabkan Gelombang Laut hingga 6 Meter di Papua (72162)
searchPerbesar
Ilustrasi gelombang laut. Foto: Pixabay
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya Bibit Siklon Tropis 94W di Samudera Pasifik Utara Papua pukul 07.00 WIB tepatnya di -5.8LU-141.1BT, yang termasuk sebagai wilayah monitoring TCWC Jakarta.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan kondisi terkini tanggal 14 April 2021 Bibit Siklon Tropis 94W telah berkembang menjadi Badai Tropis "SURIGAE” dengan intensitas tekanan 1000 hpa serta kecepatan angin 40 knots (70 km/jam).
Intensitas Siklon Tropis SURIGAE dalam 24 jam kedepan diperkirakan akan meningkat dengan pergerakan yang hampir stasioner, perlahan menjauhi wilayah Indonesia menuju wilayah Filipina. Siklon tropis ini akan memberikan dampak secara tidak langsung baik pada cuaca serta gelombang tinggi.
Berdasarkan hasil pemantauan kondisi Atmosfer tanggal 14 April 2021, Angin di utara Papua bergerak menuju Badai Tropis SURIGAE membentuk daerah pertemuan angin di utara Papua.
Prakirawan cuaca BBMKG Wilayah V Jayapura, Finnyalia Napitupulu menuturkan kondisi cuaca di wilayah Papua pada umumnya cerah – hujan ringan, namun perlu diwaspadai kondisi gelombang laut.
ADVERTISEMENT
"Prospek tinggi gelombang sepekan kedepan untuk wilayah Perairan Papua dan Papua Barat diperkirakan pada kategori tinggi hingga sangat tinggi hingga 6 meter," katanya, Rabu (14/4).

Tinggi Gelombang Laut di Papua

BMKG wilayah Papua memprediksi tinggi gelombang laut berkisar 2.50 – 4.0 meter di wilayah Samudera Pasifik utara Biak, Perairan Biak, Teluk Cenderawasih, Samudera Pasifik utara Jayapura, Perairan Jayapura – Sarmi, Laut Arafuru selatan Merauke, Laut Arafuru bagian timur
Lalu, tinggi gelombang laut sekitar 4.0 – 6.0 meter dapat terjadi di wilayah Samudera Pasifik utara Biak, Perairan Biak, Samudera Pasifik utara Jayapura.
"Bagi masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah pesisir ataupun yang akan beraktivitas di wilayah perairan, baik yang akan berwisata maupun nelayan, juga aktivitas pelayaran, untuk lebih memperhatikan risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Masyarakat juga dihimbau untuk selalu memperbaharui informasi cuaca mengingat kondisi atmosfer/cuaca yang sangat cepat berubah. Sesuai SOP, prakiraan cuaca diupdate secara berkala berdasarkan pada kondisi atmosfer terkini terutama apabila terjadi perubahan cuaca yang signifikan.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020