News
·
21 November 2020 19:23

Bupati Puncak Papua: Ruang Gerak Warga Makin Sempit Usai Penembakan 2 Pelajar

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Bupati Puncak Papua: Ruang Gerak Warga Makin Sempit Usai Penembakan 2 Pelajar (44458)
TNI Polri sedang menunggu proses evakuasi korban tembak yang selamat ke RSUD Timika. (dok: istimewa)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Bupati Puncak Papua, Willem Wandik berduka dengan tertembaknya seorang pelajar atas nama Atanius Murib di daerah belantara, jalan menuju ke Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak Papua.
ADVERTISEMENT
Bupati yakin dengan kejadian ini, ruang gerak warga jadi sempit, karena menjadi takut untuk bepergian keluar rumah.
"Kami prihatin, sedih dan sangat disayangkan dengan kejadian penembakan ini. Masyarakat yang ingin keluar rumah, beraktivitas sudah lagi tak aman," jelasnya, Sabtu (21/11).
Ia menyebutkan pada dasarnya, orang asli Papua adalah orang alam, yang leluasa bisa melakukan aktivitas di luar, seperti berburu, berkebun dan berjalan kaki kemanapun dapat dilakukan.
"Jika hal ini terjadi terus menerus, maka kondisi Papua menjadi memprihatinkan. sehingga masyarakat mau aktivitas, rekreasi, mau kemana saja, mau hidup secara alam menjadi sempit," jelasnya.
Dalam kejadian ini, terdapat 1 orang pelajar yang dikabarkan selamat dari aksi penembakan. "Saya berharap korban selamat ini dapat memberikan informasi yang sebenarnya, sehingga tak ada lagi musuh dalam selimut dan dalam kejadian ini harus ada pihak yang bertanggung jawab," katanya.
ADVERTISEMENT
Bupati Willem menyebutkan hingga kini belum diketahui siapa pelaku penembakan yang dimaksud. "Kami harap dalam 2-3 hari ada informasi jelas siapa pelaku penembakan pelajar ini. Kami akan mengikuti perkembangannya, agar tak simpang siur seperti hari ini," jelasnya.
Bupati juga meminta masyarakat di Kabupaten Puncak Papua tetap tenang pasca kejadian ini. "Masyarakat tetap tenang, di rumah, menjaga keluarga dan anak-anak. Jangan panik dan tetap mendengarkan imbauan pemerintah," ujarnya.
Sehari sebelumnya pada Jumat (20/11), dua ornag pelajar ditembak oleh orang tak dikenal di Kabupaten Puncak. Dalam kejadian itu, korban yang dievakuasi ke Timika bernama Manus Murib (16), Pelajar SMK 1 Gome, warga kampung Gome.
Sementara seorang korban lainnya meninggal dunia adalah Atanius Murib (16), pelajar SMA 1 Ilaga, warga kampung Gome.
ADVERTISEMENT