News
·
21 November 2020 10:51

Danau Sentani Jadi Alternatif Sumber Air Bersih di Jayapura

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Danau Sentani Jadi Alternatif Sumber Air Bersih di Jayapura  (37712)
Pembangunan intake air baku dari Danau Sentani yang sedang dalam pembangunan di Waena, antara batas kota dan kabupaten Jayapura. (BumiPapua.com/Alan Youwe)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- PDAM Jayapura bakal memulai pemanfaatan air Danau Sentani untuk digunakan sebagai air berih bagi kebutuhan masyarakat setempat mulai 2022.
ADVERTISEMENT
Menurut Direktur Utama PDAM Jayapura Entis Sutisna, saat ini masih dalam proses pembangunan intake hingga bak penampungan untuk pemanfataan air Danau Sentani.
"Pembangunan teknologi sumber air bersih ini dibagi 2 tahap, yakni tahap 1 yang dilakukan di Waena, dilaksanakan pembangunan tahun 2018 - 2020, dimulai dari intake, lalu dibangun generator, pompa dan reservoar," jelasnya, Sabtu (21/11).
Sementara itu, pembangunan tahap 2 dilakukan tahun 2020-2021 untuk penarikan air danau ke bak reservoar yang terdapat di Perumnas 3 Waena, dengan kapasitasnya 3.000 ribu kubik.
"Kami sudah uji coba dan kapasitas yang akan dimanfaatkan 250 liter per detik. Sebenarnya kemampuan optimal yakni 1.100 liter per detik. Kami tetap menggunakan air sesuai kebutuhan yang ada, sebab biaya yang dikeluarkan dalam teknologi ini juga cukup mahal," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Misalnya saja saat pengujian selama satu jam menjalankan pompa mesin, membutuhkan BBM mencapai Rp 2 juta.
"Untuk itu, tidak selamanya air Danau Sentani akan digunakan untuk penambahan kapasitas air bersih bagi masyarakat. PDAM hanya akan memanfaatkan air itu sebaik-baiknya, termasuk dalam menjaga keseimbangan alam, sehingga ada perhitungan bahwa penggunaan air ini hanya untuk kebutuhan mendesak, seperti ketika pelanggan kekurangan air dan lain sebagainya,"ungkapnya.
Solusi lain dalam memenuhi kebutuhan air bersih di Jayapura dengan melakukan pembangunan water treatment oleh pemerintah, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan pada 2022.
PDAM Jayapura mencatat dari 22 intake air yang ada di kota dan kabupaten Jayapura, hanya tersisa kapasitas air 447 liter per detik. Padahal sebelumnya kapasitas air mencapai 895 liter per detik.
ADVERTISEMENT