kumparan
13 Mar 2019 20:07 WIB

Dinas Pendidikan Nduga Petakan Lokasi UN Siswa di Daerah Konflik

Anak-anak Nduga di pengungsian Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya. (Foto: Yores Nusu)
Wamena, BUMIPAPUA.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga masih berkoordinasi dengan pemerintah, untuk memastikan lokasi pelaksanaan ujian nasional (UN) bagi siswa setempat.
ADVERTISEMENT
Walaupun saat ini ratusan siswa masih bertahan di lokasi pengungsian di Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, namun Dinas Pendidikan terus berusaha menggelar UN bagi siswanya dengan baik.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga, Jennes Sampoue menyebutkan bagi distrik yang tergolong aman, seperti Distrik Ninianggen, Wudpaga, Wosak, Pilini, Giarek akan tetap dilaksanakan di daerah itu.
Sementara untuk peserta ujian yang bersekolah di wilayah konflik seperti Distrik Mbua, Dal, Yigi, dan Mapenduma, masih dikoordinasikan dengan Bupati dan Sekda Nduga, apakah pelaksanaan akan dipindah ke Kenyam atau di Wamena.
“Sejauh ini Pemkab Jayawijaya telah siap memberikan tempat untuk UN. Jika ini dilakukan, maka akan ada surat keputusan bersama terkait hal ini,” ujarnya, Rabu (13/3).
ADVERTISEMENT
Hingga kini, Sekda Nduga masih berharap UN dilaksanakan di sekolah masing-masing atau paling tidak dilakukan di Kenyam.
“Jika dilakukan di Kenyam, maka kami siap melakukan mobilisasi siswa peserta UN dari SD-SMA, melalui jalur udara atau jalan darat sekalipun,” jelasnya.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Nduga, Puji Astuti yang juga selaku Ketua Panitia UN menjelaskan jumlah peserta UN tingkat SMA di Keneyam sebanyak 25 siswa, SMA di Mbua sebanyak 17 siswa, SMTK Firdaus sebanyak 13 siswa dan SMK Keneyam 18 siswa. Sedangkan untuk SMP 177 siswa dan SD 616 siswa.
“Untuk SMA sedang berlangsung USBN di Keneyam, sedangkan USBN SMA dilakukan 18 Maret 2019 mendatang,” ungkapnya. (Stefanus)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan