Bisnis
·
16 Oktober 2020 19:53

Ekspor Impor Papua Meningkat di Tengah Pandemi

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Ekspor Impor Papua Meningkat di Tengah Pandemi (29518)
Kapal kargo asing tengah bongkar muat peti kemas mengangkut komoditas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Foto: Wendiyanto/kumparan

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Ekspor Papua pada September 2020 meningkat 4,5 persen atau senilai US$205,6 juta, dibanding bulan sebelumnya.

ADVERTISEMENT
Ekspor Papua pada bulan ini hanya berupa ekspor nonmigas senilai US$205,06 juta, ekspor bijih tembaga dan konsentrat (HS26) yang berasal dari PT Freeport Indonesia.
Kepala BPS Papua, Adriana Helena Robaha menyebutkan pada September tidak terdapat ekspor kayu dan barang dari kayu (HS44) dan ekspor golongan ikan dan hewan air lainnya (HS03).
“Secara kumulatif, total ekspor Papua pada Januari-September 2020 senilai US$917,86 juta atau meningkat sebesar 20,1 persen, dibandingkan total ekspor Januari-September 2019 yang senilai US$764,23 juta,” jelasnya, Jumat (16/10).
Adriana menyebutkan pada September tidak terdapat ekspor ke negara tetangga Papua Nugini. Hal ini terkait dengan penutupan aktivitas lintas batas negara baik dari Indonesia ke Papua Nugini, maupun sebaliknya.
ADVERTISEMENT
"Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang terletak di Kota Jayapura yang ditutup sejak 31 Januari 2020 hingga saat ini masih ditutup karena pandemi corona," ujarnya.
Impor Papua
Sementara impor Papua pada September 2020 tercatat senilai US$19,85 juta atau meningkat 78,13 persen, bila dibandingkan dengan impor pada Agustus 2020 yang senilai US$11,15 juta.
Tiga negara pemasok barang terbesar ke Papua pada September 2020 adalah Australia senilai US$10,91 juta (54,96 persen), Singapura dengan impor senilai US$5,49 juta (27,65 persen), dan Filipina senilai US$2,05 juta (10,34 persen).
Catatan BPS Papua, impor Papua pada September 2020 tercatat senilai US$19,85 juta berupa impor migas senilai US$5,5 juta dan impor nonmigas senilai US$14,35 juta. Dibandingkan Agustus 2020, nilai impor Papua mengalami peningkatan sebesar 78,13 persen yang dipengaruhi oleh adanya impor migas pada bulan ini dan impor nonmigas yang mengalami peningkatan sebesar 28,76 persen (naik US$3,21 juta).
ADVERTISEMENT
Komoditi nonmigas yang memiliki nilai impor terbesar berasal dari golongan barang-barang dari besi dan baja (HS73) yang memiliki nilai US$4,95 juta atau sebesar 34,5 persen dari total nilai impor komoditi nonmigas.