News
·
26 Februari 2021 19:47

Freeport Beri 5,3 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Bilogai Intan Jaya

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Freeport Beri 5,3 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Bilogai Intan Jaya  (33676)
Penyerahan bantuan dari Freeport untuk pengungsi di Bilogai, Intan Jaya. (Dok PTFI)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Freeport Indonesia (PTFI) menyerahkan 5,3 ton bantuan kemanusiaan, berupa bahan makanan untuk pengungsi di Bilogai, Kabupaten Intan Jaya.
ADVERTISEMENT
Freeport memberikan bantuan bahan makanan yang disalurkan melalui Keuskupan Timika.
“Keluarga besar Freeport Indonesia prihatin dengan situasi di Intan Jaya akibat konflik. Kami berdoa agar situasi ini dapat segera pulih, supaya aktivitas bisa berjalan seperti biasa,” ungkap Vice President Community Development PTFI, Nathan Kum, Jumat (26/2)
Freeport berharap bantuan kemanusiaan bisa diatur dengan baik oleh keuskupan, karena keuskupan yang lebih mengerti situasi dan kebutuhan masyarakat di Bilogai.
PTFI merespon bantuan ini, setelah menerima surat yang dikirimkan Keuskupan Timika tentang adanya permohonan bantuan bagi masyarakat yang mengungsi ke beberapa paroki di Bilogai, dimana terdapat sekitar 600 orang termasuk mama-mama dan anak-anak yang membutuhkan bantuan.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami, bukan hanya untuk masyarakat di sekitar area operasi PTFI di daerah Timika, namun juga di wilayah lain Papua”, ujar Nathan.
ADVERTISEMENT

Pengungsi Berdatangan

Mewakili Keuskupan Mimika, Sekretaris Keuskupan Timika, Pastor Andreas Madya Srijanto, SCJ memberi apresiasi kepada PTFI atas perhatiannya untuk masyarakat yang menjadi korban konflik di Intan Jaya.
Sebanyak 600-an orang sebelumnya mengungsi ke gereja setempat, karena ketakutan dengan konflik bersenjata yang terjadi di daerah itu, antara KKB Papua dengan pasukan TNI Polri.
“Manusia saling membutuhkan, itu yang utama. Kami yakin masyarakat sangat terbantu dengan bantuan dari Freeport,” ungkap Pastor Andreas, setelah menerima bantuan di Kantor Keusukupan Timika.
Pastor Andreas menjelaskan, saat ini situasi kurang kondusif, banyak masyarakat yang masih tinggal di kompleks gereja di Bilogai.
“Awalnya ada sekitar 600 orang, namun saat ini ada sekitar 1000 orang yang mengungsi, karena situasi seperti itu membuat pihak Keuskupan Timika mengundang masyarakat, khususnya dari Gereja Katolik untuk memberikan perhatian kepada situasi disana,” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Sejak tahun 2006, PTFI bekerjasama dengan Keuskupan Timika dalam hal pengembangan program ekonomi masyarakat di wilayah pesisir pantai selatan Kabupaten Mimika.
Keuskupan Timika akan mengirimkan seluruh bantuan PTFI ke Kabupaten Intan Jaya menggunakan pesawat sewa Alda Air sebanyak 4 hingga 5 kali penerbangan.