News
·
29 Mei 2021 5:41
·
waktu baca 2 menit

Jaringan Internet 4 Kabupaten di Papua Putus, Transaksi Nontunai Turun Drastis

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Jaringan Internet 4 Kabupaten di Papua Putus, Transaksi Nontunai Turun Drastis (406698)
searchPerbesar
Ilustrasi transaksi uang rupiah. Foto: Abriawan Abhe/Antara Foto
Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Bank Indonesia Perwakilan Papua mencatat putusnya jaringan internet pada 4 kabupaten di Papua yakni Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Kota Jayapura menyebabkan transaksi nontunai mengalami penurunan hingga 63,13 persen dari  Rp 1,217 miliar, turun menjadi  Rp 80,5 miliar dalam hitungan sebulan.
ADVERTISEMENT
Akibat tak bisa melakukan transaksi nontunai, maka kebutuhan uang tunai pada 4 kabupaten ini meningkat rata-rata 5,12 persen.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Naek Tigor Sinaga, menuturkan untuk peningkatan uang tunai di Jayapura sekitar 13,63 persen.
"Kebutuhan uang tunai lebih meningkat karena warga  beralih ke uang tunai dalam bertransaksi  dengan putusnya internet ini," jelasnya, Jumat (28/5).
Lanjut Tigor, kondisi di Papua berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia dengan putusnya internet ini. Sebab di Papua tidak memiliki back up seperti daerah lainya. Contohnya jika di Bali sambungan internet putus,  masih ada back up jaringan provider lainnya.
"Sedangkan di Papua, kalau jaringan putus mau tarik jaringan dari mana?" Tigor menambahkan.
ADVERTISEMENT
Walau begitu, BI optimis putusnya internet dampaknya kecil pada transaksi keuangan,  sebab masih bisa di cover dengan tunai atau ATM
"ATM masih bisa digunakan. Jadi, jika warga ingin transfer, bisa mendatangi ATM. Kami pastikan uang layak edar di Papua mencukupi," jelasnya.
BI Perwakilan Papua juga mencatat untuk transaksi online  perkirakan. turun 32 persen, dari Rp 9,3 miliar menjadi Rp 6,2 miliar.
"Walau begitu, dampak pada perekonomian tidak terasa, pengaruhnya, hanya transaksi nontunai dan transaksi online yang menurun," katanya.
Untuk diketahui, internet di 4 kabupaten di Papua putus sejak 30 April 2021. Hal ini dikarenakan kabel optik di daerah perbatasan Jayapura dan Sami terputus di kedalaman 2.700 meter di permukaan laut. Telkom memprediksi perbaikan kabel optik bawah laut ini akan selesai dikerjakan hingga awal Juni mendatang.
ADVERTISEMENT