kumparan
Woman23 Desember 2019 13:13

Pasar Mama-Mama Papua, Terobosan Ekonomi Kerakyatan

Konten Redaksi Bumi Papua
Pasar Mama-Mama Papua di Kota Jayapura_BumiPapua_Katharina.jpeg
Pasar Mama-Mama Papua di Kota Jayapura. (BumiPapua.com/Katharina)
Jayapura, BUMIPAPUA.COM – Pasar Mama-Mama Papua menjadi satu-satunya pasar tradisional di Indonesia yang dikhususkan bagi perempuan asli Papua.
ADVERTISEMENT
Pasar yang dibangun dengan konsep modern, 4 lantai ini terletak di Jalan Percetakan, salah satu jalan protokol di Kota Jayapura. Pasar Mama-Mama Papua menjadi bukti pemerintah dalam upaya mendukung pemberdayaan perempuan di Papua, khususnya pada bidang ekonomi kerakyatan.
Pasar yang dibangun pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo periode pertama, tak hanya ada di Kota Jayapura. Pasar Mama-Mama Papua juga terdapat di Sentani, Kabupaten Jayapura dengan nama Pasar Prahaa, hingga di Provinsi Papua Barat.
Pasar Mama-Mama Papua hampir diterapkan pada sejumlah kabupaten di Papua. Walaupun gedung pasar yang dimaksud baru dibangun pada beberapa kabupaten.
Misalnya saja Pasar Mama-Mama Papua di Kota Jayapura dapat menampung hingga 300-an pedagang. Lantai 1 pada pasar itu ditempati oleh pedagang buah, sayur hingga ikan dan daging. Lalu, lantai 2 ditempati oleh pedagang yang menjual kerajinan tangan Papua, seperti noken, --tas rajutan tradisional Papua atau cinderamata lainnya.
ADVERTISEMENT
Sedangkan pada lantai 3, dikhususkan untuk penjualan makanan khas Papua, termasuk ruangan untuk Rumah Anak Harapan yang diperuntukkan bagi anak-anak pedagang.
Mama Papua berjualan cinderamata di Pasar Mama Papua_Katharina_BumiPapua.jpeg
Mama Pengusaha kerajinan Papua menjual hasil dagangannya di Pasar Mama-Mama Papua. (BumiPapua.com/Katharina)
Dengan adanya ruangan yang diperuntukkan bagi anak-anak para pedagang, inilah yang membedakan Pasar Mama-Mama Papua dengan pasar lainnya yang ada selama ini.
"Pada lantai 3 di Pasar Mama-Mama Papua, ada proses belajar mengajar bagi anak-anak yang orangtuanya berjualan. Maria, anak saya sering saya titipkan di lantai 3. Sementara, saya berdagang di lantai 1. Maria bisa menanyakan PR atau pelajaran lainnya kepada kakak-kakak relawan yang ada di rumah belajar itu. Ini cukup membantu kami yang tak harus meninggalkan anak di rumah seorang diri,” jelas Mama Nere, pedagang pisang di Pasar Mama-Mama Papua Kota Jayapura.
ADVERTISEMENT
Pasar Mama-Mama Papua sengaja disulap menjadi pasar lokal modern dengan fasilitas penuh, bahkan biasa dipilih sebagai destinasi wisata bagi wisatawan asing dan domestik yang berkunjung ke Kota Jayapura.
Permudah Permodalan
Pedagang sayur di Pasar Mama Papua_Imel_BumiPapua.jpeg
Pedagang sayur di Pasar Mama-Mama Papua. (BumiPapua.com/Imelda)
Perempuan dan roda perekonomian di Papua tak bisa berdiri sendiri. Perempuan asli Papua memiliki peranan penting dalam hal pertumbuhan perekonomian di Papua.
Bagi penggerak perekonomian, perempuan asli Papua tak hanya mampu membuka lahan, mencari sagu di hutan dan ikan di sungai. Namun, perempuan Papua juga mampu menjual hasil kebunnya, guna memperoleh keuntungan bagi keberlangsungan kebutuhan hidup.
Untuk menunjang pemberdayaan terhadap pengusaha orang asli Papua, khususnya kepada mama- mama Papua, Bank Indonesia perwakilan Provinsi Papua bahkan secara keberlanjutan melakukan pelatihan kepada pengusaha asli Papua yang tergabung dengan Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP). Model pelatihan yang akan diberikan kepada pengusaha asli Papua ini adalah training of trainer, dikarenakan banyaknya anggota organisasi KAPP.
ADVERTISEMENT
“Bank Indonesia memiliki ketentuan bahwa perbankan wajib menyalurkan kredit minimal 20% kepada usaha mikro dan kecil. Di sinilah Bank Indonesia mempunyai kewajiban melakukan pelatihan terhadap usaha mikro dan kecil itu,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Tigor Naek Sinaga.
Tak hanya itu saja, Kepala Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musaad menegaskan, Papua memiliki lembaga Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) yang diharapkan menjadi penghubung antara usaha kecil menengah dan perbankan. Namun, lembaga itu belum efektif melakukan tugasnya sebagai penghubung.
Penjual noken di Papua_BumiPapua_katharina.jpeg
Mama Penjual noken yang menggelar dagangannya pad asebuah festival. (BumiPapua.com/Katharina)
“Jika KAPP menunjukkan hasil positif, pemda pasti akan meningkatkan bantuan modal untuk usahanya,” katanya.
Catatan Pemprov Papua, tahun 2016, Gubernur Papua Lukas Enembe, selaku Pembina KAPP memberikan bantuan uang tunai Rp25 miliar kepada 2.870 pengusaha asli Papua yang berada di 29 kabupaten/kota melalui KAPP.
ADVERTISEMENT
Sementara, Dicky Fadrian Kepala Divisi Bisnis Makanan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Daerah Indonesia Timur pada sebuah kesempatan pelatihan bagi pengusaha asli Papua menyebutkan PNM telah memberikan modal melalui program pengembangan kapasitas usaha melalui pelatihan, agar semua nasabah bisa meningkat kualitas usahanya.
“Baik mama Papua yang berjualan sagu, pinang dan usaha lainnya, akan diberikan modal, agar pelan-pelan meningkat. Pinjaman ini diberikan tak hanya 1-2 tahun, tapi bisa sampai 5 tahun dan bila mandiri bisa kami lepas,” katanya.
Untuk pinjaman yang diberikan, dana awal per orang Rp2 juta - Rp3 juta. Sedangkan kriteria penerima bantuan yakni diwajibkan mama Papua harus berkelompok dengan jumlah 7-20 orang, dengan syarat KTP dan kartu keluarga. “Ada tiga wilayah yang menjadi perhatian kami, yakni Jayapura Utara, Jayapura Selatan dan Sentani dengan jumlah nasabah 3.337 mama-mama Papua dengan 312 kelompok semuanya,” katanya.
ADVERTISEMENT
PT PNM adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang jasa keuangan. Perusahaan ini didirikan bertujuan membantu pengembangan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi.
Untuk masalah permodalan, Bank Papua bahkan memiliki program Mama Papua. Program ini merupakan upaya perhatian dan edukasi, tentang bagaimana memanfaatkan potensi lokal untuk kebutuhan ekonomi keluarga.
Program Mama Papua difokuskan bagi pengusaha kecil, melalui usaha mikro, bagaimana mengembangkan ekonomi melalui pinjaman modal yang diberikan Bank Papua dengan cara mengajarkan Mama Papua untuk selalu menabung atau menyisihkan sebagian dari penghasilan yang peroleh setiap hari.
Bank Papua bahkan memiliki sistem jemput setoran yang dijadwalkan setiap harinya. Sistem ini guna memudahkan masyarakat yang belum memahami penggunaan fasilitas perbankan.
ADVERTISEMENT
Pembinaan Mama-mama Pengusaha Asli Papua
penjual kuliner di Pasar Mama Papua_Katharina_BumiPapua.jpeg
Pembinaan pengelolaan panganan olahan yang dibuat oleh Mama-Mama Pengusaha Papua. (BumiPapua.com/Katharina)
Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menyebutkan mama- Mama sebagai pelaku ekonomi di pasar tradisional, digolongkan sebagai pengusaha murni di sektor UKM yang memiliki modal, alat produksi, dan waktu kerja yang diatur oleh dirinya sendiri.
"Pemerintah tak pernah menutup mata terhadap kebutuhan pembinaan dan permodalan yang dibutuhkan oleh usaha mikro kecil dan menengah. Kami berharap mama Papua justru lebih fokus dan serius dalam bisnisnya," jelasnya.
Rustan menyebutkan bila mama-mama Papua tekun dalam berbisnis ataupun berdagang, akan ada permodalan dan pembinaan.
"Bila dikasih modal, ya harusnya ada peningkatan pendapatan, sehingga perbankan dan mama (mama pengusaha Papua) pasti akan sejahtera,” katanya.
Kata Rustan, pasar tradisional Mama-Mama Papua merupakan representasi dari kultur masyarakat setempat. Sebagai lembaga ketahanan ekonomi, sekaligus ketahanan sosial.
ADVERTISEMENT
Sejumlah pembinaan dilakukan oleh Pemkot Jayapura, mulai dari pembinaan kepada pengusaha pengrajut noken Papua, hingga pembinaan dalam hal pemasaran.
"Dari hasil pembinaan ini, sejumlah pengusaha Mama-Mama Papua sudah dapat mengembangkan usahanya lewat sistem penjualan daring," jelasnya.
Lanjut Rustan, termasuk sejumlah Mama-Mama pengusaha asli banyak yang telah diikutkan dalam sejumlah pameran.
Ketua II Dewan Adat Papua (DAP), Sayid Fadhal Alhamid menyebutkan mama Papua harus menjadi pelaku ekonomi di tanahnya sendiri, hingga akhirnya mama asli Papua dapat bersaing dengan pengusaha lainnya di pasaran.
“Salah satunya dengan modal yang lebih kuat yang diberikan dari perbankan dan pemerintah,” jelasnya, belum lama ini, dalam sebuah diskusi pengembangan design program pemberdayaan perempuan Papua sebagai pelaku ekonomi di Manokwari, Provinsi Papua Barat.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan