News
·
22 Oktober 2020 16:07

Pelajar dan Guru SMK di Papua Terima Beasiswa dari China

Konten ini diproduksi oleh Bumi Papua
Pelajar dan Guru SMK di Papua Terima Beasiswa dari China  (271124)
Kerja sama China dan Papua dilakukan dengan penandatangan MoU pada Kamis (22/10). (Dok Humas DPPAD Papua)

Jayapura, BUMIPAPUA.COM- Negara China memberikan beasiswa kepada pelajar dan guru di Papua.

ADVERTISEMENT
Kerja sama negara China dengan Pemerintah Provinsi Papua dalam program magang siswa pendidikan bahasa Mandarin dan beasiswa D3 vokasi.
Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait menyebutkan perjanjian kerja sama diakukan hari ini, Kamis (22/10) secara virtual.
"Program pertama yang akan dilakukan adalah anak didik dapat berbahasa mandarin dan juga bahasa internasional lainnya dengan baik. Kami berharap pemerintah China dapat mendidik anak Papua dengan baik," katanya.
Dijelaskannya, kerja sama diperuntukan bagi siswa SMK kelas XII, magang guru produktif SMK, kursus bahasa mandarin dan beasiswa D3 bidang manajemen pariwisata dan bidang lainnya.
Dalam kerja sama ini mengatur pembiayaan perekrutan siswa kursus bahasa mandarin dan pengurusan administrasi yang menjadi tanggungjawab pemerintah Provinsi Papua dan pembiyaan beasiswa menjadi tanggung jawab pemerintah China.
ADVERTISEMENT
Perjanjian kerja sama yang dilakukan hari ini yakni pemerintah China melalui Universitas Kejuruan Liming, Badan Kordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin-BKPBM dan pemerintah Indonesia diwakili oleh Provinsi Papua dalam hal ini DPPAD Provinsi Papua.
Christian menyampaikan kerja sama dilakukan dalam jangka waktu 3 tahun, mulai 2020-2022. Sementara untuk kuota magang siswa dan beasiswa D3 sebanyak 90 orang.
"Setiap tahun ada 30 siswa yang akan melakukan magang. Sedangkan kouta magang guru dan peserta kursus bahasa mandarin jumlahnya tidak dibatasi, tergantung kemampuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Papua," jelasnya.
Untuk tahun ini, DPPAD melalui MKKS SMK di 5 wilayah adat telah menyeleksi peserta program peningkatan bakat teknis China-Indonesia sebanyak 33 siswa, dengan dincian 28 siswa orang asli Papua (OAP) dan 5 orang non OAP yang lahir besar di Papua.
ADVERTISEMENT
"Kursus bahasa Mandarin bagi 33 siswa sudah berjalan hampir 2 minggu secara daring," katanya.
Christian menyebutkan program ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pembangunan sosial dan ekonomi lokal, guna mengembangkan bakat teknis manajemen pariwisata dengan pandai berbahasa Mandarin.
"Kami akan memanfaatkan kerja sama ini untuk meningkatkan SDM Papua. Bagi anak-anak yang sudah terpilih kami ucapkan selamat dan belajarlah dengan baik karena banyak anak-anak Papua lainnya yang ingin terlibat dalam kerja sama ini," katanya.