kumparan
KONTEN PUBLISHER
9 Juli 2019 14:02

Penerimaan Siswa di SLB Merauke Gagal, Sekolah Mereka Dipalang

Gedung SLB Merauke yang dipalang-Foto istimewa.jpg
Gedung SLB Merauke yang dipalang. (Foto istimewa)
Merauke, BUMIPAPUA.COM - Proses penerimaan siswa baru di Sekolah Luar Biasa (SLB) Merauke baik tingkat Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) maupun tingkat Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) tak dapat dilakukan.
ADVERTISEMENT
Sebab sekolah yang mendidik anak berkebutuhan khusus yang berlokasi di Kompleks Biangkuk, Kelurahan Karang Indah, Merauke itu dipalang sejak tanggal 21 Juni 2019 lalu oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai pemilik tanah, di mana gedung SLB itu dibangun.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SLB Merauke Agus Sutarta mengaku, pemalangan sekolah ini dilakukan yang kesekian kalinya. Sebelumnya hal ini pernah terjadi beberapa kali, tapi pemalangan kali ini lebih tragis.
“Gebang sekolah langsung di las mati dan pintu kelas pun dipalang dengan papan. Sehingga kami tak bisa melakukan aktivitas, termasuk untuk penerimaan calon siswa baru," ujar Agus kepada wartawan di Polres Merauke, Papua, Selasa (9/7).
Agus kuatir, dengan pemalangan ini proses belajar mengajar pasca libur nanti terhenti. “27 orang pelajar penghuni SMPLB dan 9 orang siswa penghuni SMALB bakal diliburkan kembali," katanya.
ADVERTISEMENT
Menurut Agus, di lahan 1,5 hektar yang dipalang ini, ada 10 gedung SLB. “Kini kami tak bisa masuk dan melakukan aktivitas di sana. Sebab lahan yang dipalang itu diminta ganti rugi sebesar Rp9 miliar oleh LBH Alfa Omega,” jelasnya.
Agus mengatakan, pemalang mengklaim tanah 1,5 hektar ini berdasarkan surat pelepasan tanah tahun 1988 adalah milik mereka.
“Tapi kami juga bersikukuh ini tanah milik SLB berdasarkan pelepasan tanah tahun 1980. Sebenarnya, kami sudah sarankan tempuh jalur hukum, tapi kami masih terus berkoordinasi dengan dinas pendidikan," jelas Agus. (Abdel)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan